Tampilkan postingan dengan label Religion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religion. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Mei 2020

Lebaran Langka

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah hirobbil'alamin.. Puji dan syukur tak henti-hentinya saya panjatkan kepada Allah SWT. Tuhan Semesta Alam, Yang telah memberikan saya nikmat yang tak bisa saya hitung satu per satu, serta kesadaran untuk dapat merasakan momen langka yaitu ulang tahun di hari yang mulia ini. Solawat dan salam tak lupa semoga terlimpah curahkan pada Nabi besar kita Muhammad SAW. Beserta Keluarganya, Sahabatnya, pengikutnya dan semoga sampai pada kita semua hingga kita mendapatkan pertolongan di hari kiamat nanti. Aamiin.. 

Tanggal 24 Mei 2020 bukan hanya diperingati sebagai jatuhnya Hari Raya Idul Fitri tahun ini, tetapi juga sebagai hari berkurangnya umur dari seonggok daging bernama Zulfahmi Adam. Alhamdulillah di hari kemenangan yang berbahagia ini, saya masih diberikan kesempatan hidup oleh Sang Pencipta. Ini adalah momen yang sangat jarang sekali terjadi, bisa dibilang Ini momen langka—di mana hari kelahiran saya bertepatan dengan Lebaran. Ini bukan suatu kebetulan, tapi ini adalah berkah dari Yang Maha Kuasa. Bisa jadi mungkin kesempatan sekali seumur hidup saya. Sungguh sebuah anugerah yang luar biasa jika saya dapat mensyukuri setiap nikmat yang telah diberikan Tuhan. 


Datangnya Lebaran selalu menjadi saat-saat yang dinantikan oleh seluruh umat muslim di dunia ini, setelah berpuasa 30 hari di bulan Ramadan. Hari raya Idul Fitri merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT. dan kesempatan bermaaf-maafan dengan sesama, serta dengan harapan dosa-dosa masa lalunya diampuni. 
 
Momen yang biasanya dinanti saat Idul Fitri adalah berkumpulnya seluruh keluarga besar dan makan-makan dengan berbagai menu khas Lebaran bersama keluarga besar dan kunjungan ke rumah sanak saudara serta kerabat. Selain itu, momen berjalan ke masjid bersama keluarga dan tetangga untuk melaksanakan Salat Id pun menjadi momen yang cukup berkesan dan dinantikan para umat muslim. Namun, Lebaran tahun ini sangat berbeda bagi umat muslim di Indonesia khususnya dan dunia umumnya. Pasalnya, Pemerintah kita resmi melarang masyarakat melakukan salat Idul Fitri di masjid ataupun lapangan secara bersama-sama di ruang publik. Idul Fitri kali ini kita rayakan dengan penuh kesederhanaan. 
 
Dikarenakan daerah saya ini masih termasuk zona merah, keluarga saya menghabiskan waktu perayaan Lebaran hanya di rumah. Keluarga saya memutuskan untuk melaksanakan salat Idul Fitri di rumah sesuai dengan anjuran pemerintah. Kita tidak akan pernah tahu orang di sebelah kita itu terkena virus, kan sekarang ada orang yang tanpa gejala tapi sudah positif. Walaupun kita sudah pakai masker, tidak ada jaminan pasti bahwa tidak akan terkena. Apalagi yang dipakai masker kain, bukan masker bedah yang perlindungan bagus, dan juga maskernya terkadang masih banyak orang tidak benar memakainya. 
 
Setelah melaksanakan salat Idul Fitri, kami menghabiskan momen-momen Lebaran dengan bersilaturahmi secara virtual melalui video call dengan keluarga besar. Tidak lupa berfoto-foto dulu sebagai kenangan bahwa kami pernah menghadapi lebaran yang sangat langka. Kenapa saya bilang langka? Karena sangat jarang sekali terjadi. Pertama, bertepatan dengan hari kelahiran saya. Kedua, bertepatan dengan adanya pandemi virus korona. Nuansa lebaran tahun ini terasa sangat berbeda di mana kita semua harus tetap berada #dirumahaja untuk meminimalkan resiko penularan virus korona. 
 
Sedih, sunyi dan sederhana. Itulah tiga kata yang sangat tepat untuk menggambarkan betapa berbedanya lebaran tahun ini. Seluruh kebiasaan yang kita lakukan di hari raya ini tak bisa dilakukan lagi. Sekarang kegiatanya seperti biasa saja di rumah. Tidak ada perbedaan, seperti tidak merasakan Lebaran, benar-benar sederhana sekali. Kita semua merayakannya di tengah pandemi Covid-19 dengan segala aturan dan kebiasaan yang baru untuk menghambat penyebaran virus. Pandemi ini sungguh mengubah kehidupan sehari-hari, terutama interaksi sosial. 
 
Walaupun Ramadan dan lebaran tahun ini terkesan sunyi dan sangat berbeda, saya yakin tidak mengurangi debar di dada kita saat menyambutnya dan merasa sedih melepasnya. Sebab Ramadan dan lebaran pasti akan datang lagi, namun kita belum tentu bisa bertemu lagi. Meski begitu, kita harus tetap berdoa kepada Allah SWT. agar bisa bertemu lagi dengan Ramadan dan lebaran berikutnya dan mendapatkan ampunan dari Allah Yang Maha Kuasa.
Sesulit apa pun kondisi yang kita jalani saat ini, kita tetap harus bersyukur. Karena kita harus meyakini bahwa, selalu ada alasan dan hikmah yang Allah SWT. berikan di setiap cobaan. Semoga kita semua selalu diberikan kekuatan lebih dalam menghadapi segala ujian dan tantangan hidup yang menerjang. Aamiin.. 

 
 
Akhir kata saya mewakili diri saya sendiri mengucapkan.. 

Selamat Idulfitri 1441 H

Taqobbalallahu minna wa minkum wa shiyaamanaa wa shiyaamakum, Wataqobbal ya kariim Ja'alnallahu minal aidin walfaizin.

Mohon maaf lahir dan batin, jiwa dan raga, serta jasmani dan rohani saya.  


Maafkan semua kesalahan saya, kata-kata saya yang kurang pantas atau barangkali ada tulisan saya yang sempat menyinggung kalian semua. Itu semua murni hanya ingin melampiaskan kegelisahan di kepala agar beban hidup saya bisa lebih ringan. Semoga, setelah menjalani ibadah puasa Ramadan, kita bisa menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Aamiin..
 
 
 
Selamat hari kemenangan sobat!
Read More

Sabtu, 25 April 2020

Ramadan yang Berbeda

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 
 
Marhaban ya Ramadhan!
 
Yak, seperti yang bisa kita rasakan saat ini bahwa Ramadan kali ini sangat amat terasa berbeda. Seperti setengah hidup dan setengah mati. Suasana kehangatan yang biasanya terasa menyelimuti jiwa kini menjadi suasana yang suram dan sangat menakutkan. Alhamdulillah sampai tulisan ini dibuat, saya masih dapat bertahan hidup. Gak tau dah lima bulan kemudian, atau lima tahun yang akan datang. Sulit dibayangkan dengan nalar. Apakah saya masih sanggup menghadapi segala tantangan di tengah pandemi ini atau bahkan sebaliknya. Entahlah.. Rasanya begitu lelah dan bosan dengan kondisi seperti sekarang ini. Namun, saya selalu berharap ada kabar gembira yang akan terjadi di tahun kembar ini, dua puluh dua puluh. Entah itu kabar tentang kuliah atau apa gitu sesuatu yang bisa membangkitkan semangat untuk terus hidup lebih lama. 
 
Dalam menyambut bulan suci Ramadan kali ini, tak ada lagi sholat tarawih berjamaah di masjid, tak ada keramaian pawai menyambut Ramadan. Karena memang saat ini keramaian itu dilarang oleh pemerintah demi memutuskan rantai penyebaran virus korona. Selain itu untuk sekadar mencari hidangan berbuka merupakan sebuah tantangan yang sangat berat karena masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi aturan pemerintah untuk menjaga jarak. Kalau saya udah diajak ibu untuk mencari takjil rasanya ingin cepat-cepat pulang aja, karena seperti ada rasa bersalah saat keluar dari rumah di masa pandemi seperti ini. Tentunya kalau pun harus ke luar rumah saya selalu memakai masker. Itu seperti udah barang wajib yang harus dipakai sekarang. Walaupun kurang nyaman dalam bernafas, demi keselamatan bersama apa pun akan saya lakukan. Asli dah, rasanya memang agak sedih. Entah ini ujian, cobaan, atau teguran yang Allah berikan kepada kita umat manusia. Yang jelas dari sini kita sama-sama belajar bahwa kuasa Allah di atas segalanya. 
 

Satu hal yang mungkin saya syukuri dengan adanya virus korona di saat bulan puasa seperti ini adalah tidak adanya ajakan buka bersama. Karena saya paling malas untuk ikut kegiatan tersebut. Seumur hidup saya tidak pernah mengiyakan ajakan buka bersama dari berbagai lapisan masyarakat. Bukan saya anti-sosial, tapi saya merasa makna dari buka puasa bersama sudah bergeser dari yang sebenarnya. Alih-alih mempererat tali silaturahmi, yang ada malah sibuk dengan handphone, meng-update status dan story di media sosial. Foto makanan dulu, baru baca doa. Upload ke WhatsApp dan Instagram dulu, baru makan. Kadang malah ada rasa canggung ketika duduk satu meja dengan orang yang sebenarnya tidak terlalu dekat. Saya jadi bertanya-tanya, "apakah ini benar-benar ibadah, atau hanya formalitas sosial?" Jujur saja, saya merasa lebih khusyuk berbuka di rumah bersama keluarga sendiri dibanding menghadiri acara buka bersama yang penuh basa-basi. Maka ketika ada larangan keramaian seperti ini, entah kenapa saya justru merasa sedikit lega. Mohon maaf nih jika menyinggung banyak pihak, saya hanya mengatakan apa yang saya rasakan saja. 

Larangan keramaian seperti mengadakan buka bersama memang telah menciptakan kesunyian. Namun kesunyian di tengah bulan suci Ramadan itu dapat menjernihkan hati dan pikiran. Di saat itu pula muncul pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya filosofis. Salah satunya adalah "apa makna paling dalam di balik semua ini?" Virus ini seolah ingin memberi pelajaran kepada kita umat manusia bahwa "Anda bukanlah siapa-siapa." Jangankan untuk menghadapi Zat Yang Maha Besar, menghadapi zat yang sangat kecil seperti virus korona saja, manusia tidak berdaya. Kematian di mana-mana. Bagaimana nanti ketika kita akan menghadapi Zat Yang Maha Besar itu nanti? Sang Pencipta, Allah SWT. Tak bisa dibayangkan. Otak manusia terlalu kecil untuk dapat memahami skala penuh alam semesta ini. Allah sendiri sudah mengingatkan dalam Al-Qur’an:

Dan sungguh Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155).

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah akan menguji manusia dengan berbagai cobaan dalam hidupnya, seperti kesulitan, kekurangan, dan kehilangan. Namun, di balik ujian tersebut, terdapat kabar gembira bagi orang-orang yang sabar menghadapinya, yaitu mereka akan mendapatkan ampunan, rahmat, dan petunjuk dari Tuhan. Maka dari itu mental kita benar-benar diuji tanpa adanya keramaian dunia, apakah umat islam masih bisa menjalani bulan puasa Ramadan ini dengan penuh kesederhanaan? Tujuan yang hanya satu agar bisa fokus beribadah kepada Allah SWT. Walaupun dalam suasana yang berbeda, semoga Ramadan kali ini tetap menjadi bulan suci yang penuh ampunan untuk kita semua. Rasulullah SAW pun bersabda:

"Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah akan menimpakan musibah kepadanya." (HR. Bukhari).

Hadis di atas memiliki makna bahwa ujian atau musibah adalah bentuk cinta dan perhatian Allah kepada hamba-Nya, dengan tujuan membersihkan dosa atau meninggikan derajatnya, serta agar ia senantiasa bersabar dan bersyukur kepada Allah. Semoga segala amal ibadah dapat diterima Allah SWT. dan menjadi ladang pahala untuk kita semua. Semoga juga kita mampu mengambil hikmah besar dari pandemi ini bahwa hidup hanyalah persinggahan sementara. Kita diajarkan untuk tidak terlalu bergantung pada dunia, karena yang abadi hanyalah Allah dan janji-Nya. Semoga roda kehidupan bisa segera pulih, bumi segera membaik, dan hati kita tetap terikat pada-Nya, bukan pada dunia yang fana. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Selamat menjalankan ibadah puasa, sob! Semoga Ramadan kali ini menjadi Ramadan yang benar-benar meninggalkan bekas dalam hati kita.
Read More

Jumat, 17 Januari 2020

Jumat yang Menyentuh Jiwa

Hari Jumat selalu punya cara tersendiri untuk menyapa hati saya. Sejak pagi, udara terasa sejuk karena hujan dari malam membuat langkah kaki saya bersemangat untuk jalan pagi sambil meregangkan badan setelah seminggu penuh bekerja membantu orang tua. Karena hanya di hari jumat saya mendapatkan kelonggaran waktu alias hari jumat adalah hari libur wajib setiap pekannya. Saya sempat berolahraga sebentar, lalu sarapan, kemudian menekuni hobi sederhana yaitu menulis dan membaca buku. Rutinitas kecil yang justru menjadi penyelamat di tengah padatnya hari-hari lain. Kalau sudah melakukan aktivitas tersebut kadang saya suka lupa waktu, tau-tau udah menjelang solat jumat. Akhirnya saya harus mempersiapkan diri untuk melaksanakannya. 

Jumat yang menyentuh jiwa


Seperti biasa siang hari waktu jumat, khotib selalu membawakan materi khutbah Jumat yang berbeda setiap minggunya. Selain ajakan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. ada banyak nasihat serta pengingat kebenaran bagi jemaah solat jumat. Nah untuk minggu ini saya merasa sedikit berbeda. Kali ini khotib membahas tentang bangkit dari keterpurukan. Entah kenapa ini pas banget pada suasana otak saya yang lagi-lagi terombang-ambing dengan perasaan yang hampir menyerah karena belum jadi apa-apa sedangkan saya sudah memasuki usia hampir 20 tahun. 

Isi ceramahnya kurang lebih mengingatkan para jemaah untuk tidak mudah putus asa dan harus selalu percaya pertolongan Allah itu ada dan datang di waktu yang tepat. Percaya bahwa takdir-Nya pasti yang terbaik. Percaya bahwa di balik kesulitan pasti ada kemudahan. Seakan Allah Yang Maha Mendengar sedang menjawab bisikan hati saya selama ini. Sebab beberapa hari terakhir, saya diliputi rasa lelah tak berkesudahan. Entah kenapa setiap awal tahun pikiran saya sering menengok ke belakang hanya untuk mengingat kegagalan. Saya membandingkan diri dengan orang lain lalu jatuh dalam jurang kekecewaan. Dalam doa pun, kadang ada desahan pasrah bercampur protes. Namun, khutbah jumat kemarin mengetuk hati saya dengan kalimat sederhana yaitu jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Seperti dalam firman-Nya:

“...dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah, melainkan orang-orang yang kafir.”
(QS. Yusuf: 87)


Surat ini salah satu yang dibawakan khatib jumat. Ayat ini turun ketika Nabi Ya’qub AS menasihati anak-anaknya agar tetap mencari kabar tentang Nabi Yusuf dan saudaranya. Tafsir sederhananya yaitu jangan pernah merasa Allah meninggalkan kita, meski keadaan tampak gelap dan penuh kegagalan. Putus asa itu sifat orang yang tak lagi percaya pada kasih sayang Allah. Bagi orang beriman, harapan itu harus terus ada. Ayat ini mendorong manusia untuk terus berjuang dalam menghadapi kesulitan hidup dan selalu berserah diri kepada Allah, karena hanya Dia lah adalah sumber segala karunia dan kebaikan. 

Ayat ini seperti pelukan yang menenangkan jiwa saya. Selama ini saya terlalu cepat menutup pintu, terlalu mudah merasa kalah, padahal rahmat Allah itu luas tak terbatas. Justru di titik terendah itulah saya seharusnya semakin yakin bahwa Allah masih punya rencana. Dalam hati saya selalu bertanya, "mengapa saya begitu takut pada cap manusia gagal?" Setelah lama berpikir terus menerus saya tersadar, mungkin karena saya selalu menganggapnya sebagai akhir, bukan proses.

Padahal kalau dipikir-pikir, hidup ini mirip seperti anak kecil belajar naik sepeda. Pasti ada fase jatuh berkali-kali, namun ia tak pernah menyerah. Justru setiap kali terjatuh, ia semakin mahir dan percaya diri. Hal inilah yang menguatkan langkahnya. Sifat anak kecil memang terkadang memiliki rasa tak kenal lelah sebelum berhasil. Nah Kalau anak kecil bisa melakukannya, mengapa saya yang sudah mulai menginjak dewasa tidak bisa semangat seperti itu? Kan saya juga pernah menjadi anak kecil? Cobalah bangkitkan kembali daya juang anak kecil itu yang sudah lama terpendam belasan tahun. 

Saya juga sering lupa, bahwa kegagalan bukan berarti Allah membenci saya. Bisa jadi justru sebaliknya, banyaknya kegagalan yang telah saya lalui adalah tanda bahwa Allah ingin melindungi saya dari sesuatu yang belum layak saya terima. Seperti seorang ayah yang menahan anaknya agar tidak memegang api, bukan karena benci, tapi karena sayang. Begitulah Allah dengan hamba-Nya. Ceramah itu seakan menyingkap tabir kecil dalam diri saya. Saya tersadar bahwa saya harus berhenti mengukur hidup dengan kacamata dunia semata. Keterpurukan bukan aib, melainkan ruang belajar. Kegagalan bukan penutup, tapi pintu menuju pengalaman baru. Karena saya yakin, Allah tidak akan mengubah keadaan saya kalau saya tidak berusaha mengubahnya sendiri, sebagaimana firman-Nya:

 “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra’d: 11)

Ayat ini seperti cerminan kalau saya ingin bangkit, saya harus mulai bergerak. Tak ada gunanya hanya diam atau menunggu. Perubahan besar selalu lahir dari langkah-langkah kecil. Dan saya juga ingat satu janji Allah yang menenangkan hati:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya...”
(QS. Al-Baqarah: 286)

Saat mendengar ayat ini dibacakan, hati saya seperti disentuh lembut. Betapa sering saya berkata dalam hati, "Ya Allah, aku tidak sanggup." Padahal kenyataannya, saya masih sanggup, hanya saja terlalu cepat menyerah. Allah sudah lebih tahu batas kemampuan hamba-Nya daripada hamba itu sendiri. Semua beban dan ujian sudah diukur oleh Allah sesuai dengan kemampuan manusia. Kalau kita diuji seberat itu, berarti Allah tahu kita bisa menanggungnya. Kadang memang kita merasa tak kuat, tapi kenyataannya kita tetap bertahan hingga hari ini. Itu bukti bahwa Allah selalu menopang kita, meski dengan cara yang kadang tak kita sadari.

Wah, setelah selesai solat Jumat saya merasa seperti diisi ulang semangat dan daya juang untuk bisa bangkit lagi menghadapi kegagalan dan ujian hidup. Saya percaya Allah sedang mempersiapkan yang terbaik untuk saya. Di sisa hari sehabis solat jumat hingga matahari terbenam saya habiskan untuk berpikir dan berpikir. Merenungi benar-benar makna dari ceramah tadi. Entah mengapa, hati saya terasa lebih ringan. Ada rasa percaya yang mulai tumbuh bahwa pertolongan Allah itu selalu dekat, meski sering tidak saya sadari. Saya ingin berbenah mulai dari hal-hal kecil seperti memperbaiki shalat, memperbanyak istighfar, menulis dengan lebih jujur, dan berdoa tanpa lelah. 

Hari Jumat kali ini benar-benar meninggalkan kesan yang mendalam. Seolah Allah mengatur setiap detiknya untuk mengingatkan saya untuk tidak menyerah. Seakan khutbah tadi adalah jawaban dari setiap doa lirih yang pernah saya panjatkan. Saya menulis panjang di buku catatan saya malam itu, agar makna ini tidak cepat hilang. Sebagian tulisan saya buat postingan blog ini. Saya menuliskan kegagalan-kegagalan yang pernah saya alami, lalu mencoba melihatnya dari sudut pandang baru. Ternyata, ada hal-hal baik yang lahir dari kegagalan itu. Ada tempat baru yang saya kenal, ada pelajaran sabar yang saya dapat, ada kedekatan dengan Allah yang semakin tumbuh. Kalau bukan karena rentetan kegagalan yang sudah dilalui, mungkin saya tidak akan pernah belajar sedekat ini dengan Sang Pencipta.


Alhamdulillah... 
Read More

Kamis, 31 Mei 2018

Musuh Sejati Itu Bernama Aku

Alhamdulillah sangat terasa sekali di bulan puasa yang istimewa ini, Allah SWT mendidikku untuk selalu introspeksi diri bahwa aku sebagai hamba-Nya yang lemah dan tidak punya kekuatan apa pun di hadapan-Nya. Bagiku, momen bulan puasa seperti saat ini dapat menyatukan sementara dua sisi sifat alami manusia yaitu sisi terang dan sisi gelap. Kalau sisi terang kebanyakan orang sudah pada tahu ya apa saja yang termasuk di dalamnya. Tapi kalau kita membahas tentang sisi gelap seorang manusia pasti masih banyak yang belum bisa mengakuinya. Karena di dalamnya terdapat banyak hal-hal yang bisa dikatakan nikmat, walaupun bikin sengsara. Singkatnya, yang aku maksud sisi gelap itu ialah hawa nafsu. 
 
Sebenarnya aku sudah mengetahui bahwa kegelapan itulah yang selalu mendekatiku. Mereka bersembunyi di tempat yang sudah diincar sebelumnya. Mereka memanggil-manggil namaku. Sering sekali terlintas suara halus beserta pikiran-pikiran yang kurang bersahabat. Aku merasakan adanya musuh sejati. Musuh yang sudah mengintaiku sejak lama. Bahkan ketika aku masih naif. Dan ternyata.... Musuh itu adalah diriku sendiri. Semakin aku besar, musuh pun akan membesar juga. Itu semua telah terwujud dan terjadi. Aku tak bisa mengelak. Aku harus menghadapinya. 


Dalam Islam, manusia selalu diajarkan bahwa musuh sejatinya adalah setan dan hawa nafsu. Tapi setan hanya membisikkan. Nafsulah yang memutuskan apakah sisi gelap akan terjadi atau tidak. Dan aku sadar, aku terlalu sering memilih tunduk pada bisikan itu. Bukan karena tidak tahu, tapi karena aku terlalu lemah imannya. Berulang kali aku meminta petunjuk dalam doa, tapi saat petunjuk itu datang dalam bentuk ujian, aku seakan menolaknya. Aku mengeluh, menyalahkan takdir, bahkan mempertanyakan keadilan-Nya. Padahal hatiku tahu, semua ini adalah cermin dari kelalaian yang sudah lama kubiarkan tumbuh dalam diriku sendiri.

Pernah satu malam aku termenung lama, duduk dalam gelap tanpa lampu, hanya cahaya remang dari luar jendela yang menyusup ke dalam kamar. Tak ada suara. Hanya aku dan pikiranku sendiri. Lalu di situ aku merasa sepi yang mencekam bukan berasal dari luar, tapi dari dalam. Dari hatiku yang terlalu lama kosong, tak lagi diisi dengan dzikir, tak lagi rindu pada ayat suci, tak lagi menangis dalam sujud. Aku merasa takut. Takut kalau aku terus seperti ini, aku akan hilang perlahan-lahan. Hilang dari fitrahku sebagai manusia. Hilang dari cahaya yang pernah membimbingku di masa lalu. Dan satu hal yang paling kutakutkan aku terbiasa hidup jauh dari Allah, dan merasa itu hal biasa.


Aku dulu berpikir musuh itu adalah orang-orang yang menyakiti kita. Orang yang mengkhianati kepercayaan, meninggalkan saat dibutuhkan, atau membicarakan keburukan di belakang. Tapi makin ke sini, aku makin sadar ternyata musuh terbesarku selama ini adalah diriku sendiri. Aku yang suka menunda-nunda, padahal tahu waktu tak pernah kembali. Aku yang terlalu sering mencari pembenaran, tapi malas mencari kebenaran. Aku yang tahu salah, tapi tetap mengulanginya. Aku yang sadar sedang jauh dari Tuhan, tapi tak segera mendekat.

Musuh sejati itu bukan mereka di luar sana. Tapi bisikan kecil dalam hati yang berkata "nanti saja," "nggak apa-apa," "cuma sekali ini." Padahal dari kata-kata "cuma sekali" itu, lahirlah puluhan kesalahan lain. Sering kali aku bangun tengah malam, merasa gelisah tanpa sebab. Dada terasa sesak, kepala berat, dan hati seperti memanggil-manggil sesuatu yang tak terlihat. Lama-lama aku paham. itu panggilan dari nurani yang lelah dikhianati.

Musuh sejati itu bukan dia yang membenciku, bukan juga mereka yang menjauh. Musuh sejati adalah ketika aku membiarkan jiwaku mati pelan-pelan, tanpa usaha untuk kembali pada yang menciptakan. Aku sudah terlalu lama menyalahkan keadaan, orang tua, masa lalu, bahkan takdir. Padahal mungkin yang membuat hidupku berantakan bukanlah mereka, tapi aku yang tak mau berubah. Dan satu hal yang paling menyakitkan dari melawan diri sendiri adalah aku tak bisa lari. Di mana pun aku pergi, diriku akan tetap ikut. Kalau aku tak membereskan yang rusak di dalam, aku hanya akan membawa kerusakan itu ke mana pun aku melangkah. 

Sekarang aku ingin duduk sejenak. Menatap diriku sendiri, jujur tanpa topeng. Bukan untuk menyalahkan lagi, tapi untuk memaafkan. Karena mungkin jalan menuju kebaikan tak dimulai dari lari cepat, tapi dari keberanian untuk mengakui bahwa "Aku sendiri yang sering menjatuhkan diriku." Mulai dari sanalah, langkah kecil bisa digerakkan. Bukan untuk menang melawan dunia, tapi untuk damai dengan musuh yang selama ini tinggal paling dekat denganku, yaitu diriku sendiri. 
Read More

Senin, 05 Juni 2017

Kesabaran yang tak terbatas

Hmm.. Pernah suatu ketika saya sedang mendapatkan cobaan yang cukup berat, ibu saya selalu bilang "yang sabar ya dam, karena sabar itu nggak ada batasnya". Saat itu saya masih belum mengerti kesabaran yang sebenarnya dan terlebih masih polos juga. Saya hanya mengiyakan saja perkataan ibu. Ehh sekarang setelah saya tau makna dari kesabaran tak terbatas, waktunya untuk berbagi. Untuk Postingan kali ini saya akan membahas makna dari ungkapan tersebut, berikut Penjelasannya.


Dalam kehidupan sehari-hari kita seringkali mendengar ucapan seseorang yang merasa dirinya didzolimi terus menerus lalu ia mengucapkan "Sabar itu ada batasnya.." Ia merasa bahwa kesabarannya telah habis, dan harus segera mengambil tindakan untuk membalas perbuatan orang yang men-dzoliminya. Ini adalah pemahaman yang keliru. Pemahaman kita bahwa sabar itu ada batasnya akan membuat kita lemah dan sulit untuk tegar menerima segala permasalahan yang sebenarnya datang dari Allah SWT. Batin kita akan merasa “kerdil” dan akan cenderung lepas kontrol dengan sebuah alasan bahwa “sabar itu ada batasnya”. Kalau hal ini kita pertahankan, akan menciptakan manusia-manusia pendendam.

Padahal bukankah kita tahu seperti firman Allah SWT dalam surah Al Baqarah ayat 286 yang mengatakan: “Allah tidak membebani seseorang sesuai dengan kesanggupannya ... ”. Allah SWT sangat paham dengan kemampuan kita, karena Dia yang menciptakan kita, tentu Dia sangat maklum dan tahu dengan batas kemampuan kita.

Lalu pertanyaannya adalah benarkah bahwa kesabaran itu bisa habis? Apakah kesabaran itu ada batasnya? sehingga ketika telah mencapai garis akhir kita bisa berbuat diluar kesabaran itu? untuk menjelaskan masalah ini, marilah kita telusuri secara mendalam tentang hakikat kesabaran. Pertama kita akan membahas definisi sabar itu sendiri.

Definisi sabar
  • Sabar adalah sebuah kesadaran yang timbul dan manifestasi iman dan ikhlas
  • Sabar secara konkret tidak terbatas pada tempat dan waktu
  • Sabar adalah menahan diri dan menanggung penderitaan baik dalam sesuatu yang diinginkan ataupun dalam bentuk kehilangan sesuatu yang amat dicintai / disenangi
  • Imam al-Ghazali berkata "Sabar adalah suatu kondisi mental dalam mengendalikan nafsu yang tumbuhnya adalah atas dorongan agama

Pondasi sabar
Pondasi sabar adalah mengakarnya keimanan seseorang kepada Allah Swt. sebagaimana dinyatakan dalam hadits "Sabar itu sebagian dari iman" , iman seseorang yang tebal atau tinggi akan melahirkan watak yang ikhlas, sifat yang ikhlas, berbuat sesuatu hanya karena Allah Swt, Lillahi robbil 'alamin. Orang yang sabar sukar untuk merasakan kekecewaan dan penderitaan, karena orang beriman sudah pasti percaya adanya takdir Allah dan segala karunia merupakan pilihan terbaik dari Allah untuk hamba-Nya.

Maka jika kita melihat keterangan diatas, (terutama pada definisi poin dua) akan dapat diambil kesimpulan bahwa sabar itu tidak terbatas. Karena iman tidak akan sempurna tanpa kesabaran, sehingga tatkala seseorang mengaku kesabarannya telah habis, itu berarti sebaian imannya telah hilang. Dan bagi Mu'min sejati pasti tidak akan membiarkan itu terjadi. Ia akan terus menjaga sekuat tenaga agar imannya tetap kokoh, yang salah satunya yaitu dengan menjaga kesabarannya agar tetap melekat kuat dalam setiap langkah kehidupannya.
Sesungguhnya sabar ini adalah perintah dari Allah SWT yang wajib kita laksanakan seperti halnya dengan kewajiban sholat fardhu. Cuma bedanya sholat dilaksanakan pada waktu-waktu yang ditentukan, sedangkan sabar dan ikhlas wajib dilaksanakan semenjak awal tertimpa masalah. Seperti yang tertera dalam firman Allah SWT dalam surah Al Kahfi ayat 7 yang artinya: “sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan bagi manusia, agar kamu menguji mereka siapakah diantara mereka yang terbaik perbuatannya”.

Dari ayat ini dapat disimpulkan bahwa untuk menjadi yang terbaik seseorang perlu diuji terlebih dahulu. Sebagai contoh : dalam kehidupan sehari-haripun kita selalu dibekali dengan ujian untuk naik kelas ketika bersekolah. Begitupun juga dengan tingkat keimanan seseorang yang kualitasnya jauh lebih besar dan lebih tinggi dibandingkan dengan sebatas kualitas prestasi dunia. Keimanan dan ketaqwaan adalah prestasi terbesar yang bisa didapatkan oleh umat manusia di hadapan Allah. Oleh karena itu, mari kita buang jauh-jauh pemikiran bahwa sabar itu ada batasnya. Allah tidak pernah memberikan batas apapun untuk kebaikan, begitu juga dengan kesabaran dan keikhlasan. Bersabarlah, sesungguhnya sabar itu indah..

Wallahu a'lam bis shawab.

Source 1 Source 2 | Dengan perubahan seperlunya
Read More

Rabu, 19 Oktober 2016

Saatnya untuk hijrah

Selamat malam sobat mwb.. Kita semua tau, sebentar lagi yang mudah telah tiada. Bisa dibilang, tahun ini merupakan tahun yang cukup sulit. Setelah saya mengalami masalah kehilangan, sekarang lebih parah dari kehilangan, yaitu penutupan Blog builder kesayangan kita semua. Walaupun saya sudah lama vakum karena banyak masalah dan kesibukan, tapi mendengar kabar ini tentu membuat saya sangat kaget dan kecewa. Memang akan sulit jika menerima kenyataan ini,tapi yaa beginilah hidup.



Desember 2013 adalah bulan istimewa dimana saya pertama kali mengenal dunia blogging, dan semua itu berawal dari mywapblog. Dari situ saya banyak belajar tentang Blog. MWB yang mengenalkan saya dengan jaringan internet, kode html, script CSS, parkir domain, ataupun bisnis di dunia maya. Tanpa MyWapBlog tidak mungkin saya mendapatkan sahabat blogger yang sangat baik dan ramah seperti yang saya kenal. setelah semua rintangan di lewati, dan setelah Blog saya di bangun semegah mungkin. Tapi Ini akhirnya?

Setelah kemarin mywapblog.com sempat error tidak bisa dibuka cukup lama, eh sekarang kenapa secara mendadak ingin tutup. Sangat disayangkan banget sebenarnya, padahal postingan sudah banyak, pengunjung udah tetap, dan nama pun sudah bisa masuk google karena MyWapBlog.

Hmmm... Jika memang harus tutup, kita bisa apa. Sedih dan kecewa ya pasti. Tapi, karena bersedih juga tak berguna. Jadi saya berterima kasih saja. Karena dari sini, saya bisa meraih beberapa mimpi dan impian. Bisa dibilang ini adalah posting terakhir saya di mywapblog. Setidaknya karya-karya saya ini pernah diterbitkan ke Internet. Kalau ditanya mau pindah kemana, sepertinya saya akan memilih Blogger. Sudah waktunya saya untuk hijrah ke platform Blogger seperti teman-teman seperjuangan saya yang telah lebih dahulu memakai Blogger.

Salam perpisahan, terimakasih untuk mwb yang telah memberikan layanan yang cukup memuaskan. Selama 3 tahun, Mwb menjadi pengalaman pertama saya di dunia blogging. Selamat tinggal mwb.

Terimakasih untuk Mr. Arvind Gupta, user mywapblog.com baik para master maupun newbie, dan yang terakhir para pengunjung setia Blog ini. Terimakasih mywapblog.com!

#LastPost


Read More

Senin, 30 Maret 2015

Manfaat & hikmah mengimani alam ghaib

Selamat malam sobat. Sebenarnya ini sudah lama sih, tapi baru kesempetan nyebarin ini. Berhubung akhir² ini makin banyak aja orang disekitar lingkungan saya yang meninggal termasuk kakek saya. Dan di sini saya sama sekali gak bermaksud untuk menggurui, sesama Muslim harus saling mengingatkan bukan? Maka dari itu saya ingin membagi ilmu agama yang saya tau. Saya juga masih perlu banyak belajar, lagi pula ini juga berasal dari buku tulis saya. Jadi saya disini hanya ingin menyebarkan aja. Dan bisa dibilang ini adalah ringkasan yg singkat.

alam-lain-ilustrasi.jpg
ilustrasi



Memahami makna alam ghaib
Alam dapat dibedakan ke dalam dua bentuk, yaitu alam nyata dan alam ghaib. Alam nyata adalah alam yang dapat dilihat oleh manusia yang dapat dirasakan dan diketahui oleh panca indera manusia. Sedangkan alam ghaib tidak bisa dilihat dan tidak dapat diketahui keberadaannya oleh manusia. Keberadaan alam ghaib tidak m bisa dirasakan oleh manusia. Namun, kita harus menyakini keberadaannya sebagai bagian dari keimanan kita kpd Allah SWT. Ada pun beberapa manfaat dan hikmah mengimani alam ghaib, diantaranya.

Manfaat :

  1. Dapat menguji keimanan kita terhadap Allah SWT.
  2. Yakin bahwa alam ghaib itu bukti kekuasaan Allah SWT.
  3. Dapat tahu bahwa alam ghaib meliputi surga dan neraka adalah sebagai bentuk balasan bagi manusia


Hikmah :

  1. Membuat lebih ikhlas dalam beramal
  2. Yakin bahwa dunia ini tidak kekal
  3. Mendorong untuk selalu melakukan perintah Allah SWT.
  4. Mengingat untuk selalu berhati-hati dalam  menjalankan hidup di dunia.

Gimana? Udah pada tau kan sekarang manfaat dan hikmah mengimani alam ghaib? Pastinya dong. Semoga kita termasuk orang² yang selalu berfikir atas segala ciptaan Allah SWT. Dan selalu menuruti perintah-Nya. Akhir kata, berbuat baik lah kamu jika ingin bahagia dalam hidup ini, perbanyak bersyukur kepada Sang Pencipta dan teruslah berbuat kebaikan di dunia ini, sebelum kamu menyesal dan menderita di akhirat kelak. :)

Read More

Sabtu, 28 Februari 2015

Perdebatan Dalam Hati

angel-on-heart.jpg


Ufftt ... Susah rasanya kalau sudah ada bisikan² halus melintas di pikiran. Bawaannya mager terus. Sering terlintas di pikiran hasutan² yg mengajak saya untuk tdk melakukan perbuatan baik. Hingga pernah suatu saat saya benar² merasakan dampak buruk dari bisikan halus tersebut. Seperti ada dua insan yg saling memberi masukan di dalam hati saya. Antara yg jahat dan yg baik. Seperti yg banyak di ilustrasikan di berbagai film. Sekiranya seperti ini :

Jahat : "Sudahlah dam, nanti aja ngerjain tugasnya. Masih ada banyak waktu ini, tenang aja."

Baik : "Jangan dam, mendingan sekarang aja kmu ngerjain nya. Lebih cepat lebih baik."

Jahat : "masih lama ini waktunya, kamu kan bisa nyantai dulu."

Baik : "Jangan turuti dia dam, dia itu jahat. Ikutilah apa kata hatimu"

Bisikan² seperti itu kadang sering terjadi ketika ada pekerjaan yg blm terselesaikan, tugas numpuk, ada 2 pilihan yang harus dipilih atau biasa disebut labilisasi, dan sebagainya. Bahkan terkadang di dalam hati saya sering terjadi perdebatan yg tak berujung. Setelah saya goggling ternyata Hasutan atau bisikan jahat tersebut kebanyakan berasal dari bangsa jin dan setan yg biasa disebut "Waswasah". Bisikan itu sangat lembut banget sampe ga terasa masuk ke dalam hati kita. Bisikan² halus yang mengandung rayuan, bujukan, dan tipuan untuk melakukan kejahatan, maksiat, dan pengingkaran terhadap Allah Swt.

jahat-v-baik.jpg



Emang sih kita itu gatau persis gimana setan berbisik, tapi efek dari bisikan itu dapat sangat dirasakan dan dilihat dalam kehidupan nyata. Seperti percakapan diatas tadi. Jadi pada dasarnya "lapangan kerja jin, setan, dan iblis adalah hati dan pikiran manusia" karena itu hati dan pikiran harus selalu waspada. Dengan mengingat Allah SWT. melalui dzikir, itulah jalan yg menurut saya paling ampuh, bahkan satu-satunya jalan untuk membentengi bisikan rayuan tersebut. Dari ibnu Abbas ra, Rasulullah SAW bersabda :

"Sesungguhnya setan bercokol di hati putra-putri Adam, apabila ia lengah setan berbisik, dan apabila ia berdzikir setan menjauh."
(HR. Bukhori)


Tak dapat dipungkiri lagi bahwa bisikan, hasutan, rayuan, dan tipu daya yg sering terlintas itu adalah ulah setan dkk. Dan rasanya perdebatan di dalam hati ini pun akan selalu ada. Tinggal gimana sikap kita tuk menanggapi hasutan² tersebut. :)

Read More

Minggu, 22 Februari 2015

Perilaku Nilai positif orang yang berilmu dan bekerja keras

Selamat malam semuanya.. Malam ini adalah malam yg tepat untuk menyoroti tentang kaum muda yg menjadi penentu keberhasilan suatu bangsa di masa depan kelak. Di jaman sekarang, generasi muda mudi harus cepat bergerak, gesit, dan lincah. Dalam artian bahwa kita harus semangat tuk melanjutkan nasib bangsa kedepannya. Oleh karena itu harus kita harus berilmu dan memiliki semangat bekerja keras. Ada beberapa catatan harian di buku tulis saya ttg Perilaku dan nilai positif orang yg berilmu dan bekerja keras yg sayang kalau tak disebarkan walaupun, udh ribuan orang yg membahasnya.

Berilmu


Berilmu itu artinya pandai atau tidak bodoh, cerdas atau pintar. Berilmu adalah sikap perilaku yg didasarkan pada ilmu pengetahuan yg dimilikinya. Manusia yg berilmu adalah manusia yang memiliki ilmu pengetahuan, dan mau menggunakan akal sehatnya untuk berpikir jernih. Ilmu sendiri yg kelak akan menuntut kita meraih kesuksesan dan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.

Mencari ilmu itu banyak caranya, salah satunya adalah membaca. Membaca buku, membaca artikel, membaca proses kehidupan, membaca sebab dan akibat yg terjadi di bumi ini, Dgn membaca kita bisa tau. Dgn membaca kita bisa mengerti. Membaca adalah gerbang pembuka segala ilmu pengetahuan. Al-Qur'an pun telah menjelaskan ttg perintah membaca. Allah SWT berfirman :

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." (Q.S Al Alaq [96] 1-5)

Jadi, tdk diragukan lagi bahwa membaca itu sangat penting, untuk menjadikan pribadi yg berilmu.

Bekerja keras


Kerja keras berarti melakukan suatu usaha atau pekerjaan secara terus menerus tanpa mengenal lelah dan penuh semangat. Kerja keras juga dapat diartikan suatu tindakan atau perbuatan sepenuh hati yg dilakukan dengan segenap kemampuan yg dimiliki tuk meraih atau mendapatkan sesuatu yg diharapkan. Islam menganjurkan umatnya agar mau bekerja keras dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebaliknya, islam membenci umatnya yg hanya bermalas-malasan dan tidak mau bekerja keras. Rasulullah SAW. bersabda :

"Bekerjalah kamu untuk duniamu, seakan engkau hidup selamanya. Dan beribadahlah kamu untuk akhirat mu seakan-akan kamu mati besok"
(HR Abu Daud)


Hadits diatas adalah dalil sekaligus motivasi buat kita tuk selalu bekerja keras. Kerja keras sama aja dgn menghargai waktu dan lebih dekat pada hasil yg lebih optimal.

Sebagai seorang muslim, kita harus mengetahui bentuk perilaku dan nilai positif orang yg berilmu dan bekerja keras, agar dapat meneladaninya kedua unsur tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Diantara bentuk perilaku orang yg berilmu dan bekerja keras untuk para pelajar seperti saya adalah sebagai berikut :

  1. Slalu siap belajar dalam setiap kesempatan
  2. Berorientasi dan melihat ke depan
  3. Tidak menunda-nunda pekerjaan
  4. Memiliki motivasi yg tinggi dalam belajar



Adapun Nilai positif orang yg berilmu dan bekerja keras adalah sebagai berikut :

  1. Optimis dalam hidupnya
  2. Rajin berdoa dan berusaha
  3. Slalu bersabar
  4. Mendapatkan kedudukan yg tinggi disisi Allah SWT.



Akhir kata, teruslah mencari ilmu sampai ke ujung dunia. Dan abaikan semua rasa malas yg hinggap pada diri sendiri dan cobalah bekerja keras mulai detik ini hingga seterusnya, hingga kalian merasakan manfaatnya.

Read More

Jumat, 13 Februari 2015

Perilaku orang yang beriman pada hari akhir

Selamat malam semuanya .. Kalau kita bicara tentang hari akhir pasti ga akan ada habisnya. Semua misteri, pertanda, bahkan kapan terjadinya pun tak ada seorang pun yang tau. Pada hari itu semua makhluk dilanda kepanikan. seperti laron yang mendekati cahaya lampu, ini akhir dari segalanya. Tak ada makhluk yang selamat dari peristiwa ini. Sejak meninggalkannya Nabi Muhammad SAW. sebenernya kita sudah berada diakhir zaman. Karena Nabi Muhammad SAW. adalah nabi akhir zaman. Jadi bisa dibilang kita hidup di akhir zaman. Zaman dimana yang buruk jadi baik, yang baik jadi buruk. Hampir tak ada perbedaan antara yang baik dgn yang buruk. Rasulullah SAW bersabda :

Akan datang suatu zaman dimana manusia tak lagi mempedulikan apakah yang dia cari itu halal ataukah haram.
(HR. Bukhari dari Abu Hurairah)


Oleh karena itu sebelum terlambat, kita harus terus beribadah kepada Allah SWT. dimanapun kapanpun. Kita pun harus percaya bahwa hari akhir itu pasti ada. sesuai dengan Rukun iman yang ke 5 yaitu iman kepada hari akhir. Jadi, yang dimaksud dengan iman kepada hari akhir adalah mempercayai dan menyakini akan adanya kehidupan yang kekal dan abadi setelah kehidupan dunia yang fana ini.

end-is-near.jpg


Maka dari itu manusia harus percaya bahwa suatu saat nanti dunia yang kita huni beserta isinya akan hancur. Dan akan mulai menjalani kehidupan kekal di akhirat nanti. Ada beberapa contoh perilaku seseorang yang beriman pada hari akhir yang sudah agak lama nempel di buku catatan saya. Daripada nganggur mendingan saya share, biar lebih bermanfaat bagi orang banyak. Berikut ini contohnya, disimak ya :

  1. Semangat dan optimis melakukan amal sholeh.
  2. Menghindari diri dari perbuatan buruk.
  3. Bersikap rendah hati dan tidak sombong.
  4. Mengontrol diri agar tidak tergelincir ke jalan yang tidak diridhoi Allah SWT.
  5. Hidupnya penuh tanggung jawab.

Nah, sekarang pastinya udah pada tau kan gimana perilaku seseorang yang beriman pada hari akhir. Semoga yang belum tau jadi tau, yang sudah tau makin tau dan yang pastinya semoga bermanfaat.

Laksanakan segala apa yang diwajibkan Allah, niscaya kamu menjadi orang yg paling bertakwa.
(HR. Ath-Thabrani)
Read More

Selasa, 20 Januari 2015

Problematika umat di era globalisasi

Selamat malam semua.. Gimana kabar kalian? Semoga pada sehat semua ya, walaupun cuaca di awal tahun ini bisa dibilang labil kadang hujan kadang panas tapi kita harus tetap semangat menjalankannya. Nah tadi siang di sekolah, saaat pelajaran mentoring seperti biasa guru saya memberikan pengetahuan apapun khususnya yang berkaitan dgn islam. Tapi kali ini pembahasannya berbeda dari yang lain, yang belum pernah diajarkan, yang sangat jarang sekali dibahas oleh kalangan guru, yaitu tentang problematika umat islam. Banyak masalah yang dihadapi oleh umat islam di zaman modern ini.

Sekarang, di era globalisasi ini kita dituntut bergerak cepat, kenapa saya bilang cepat? karna kalau tidak kita akan ketinggalan. Globalisasi telah mengubah seluruh hidup kita. Yang jauh jadi deket, yang deket jadi jauh. Yang susah jadi mudah, yang mudah jadi susah.


globalisasi-islam.jpg


Globalisasi sendiri merupakan suatu proses pengintegrasian manusia dengan segala macam aspek kehidupan ke dalam satu kesatuan masyarakat yang utuh dan yang lebih besar dalam kehidupan internasional.

Dalam konteks ini agama memainkan peranan yang penting di dalam proses globalisasi. Agama bukan hanya pelengkap tetapi menjadi salah satu komponen penting yang cukup berpengaruh di dalam berbagai proses globalisasi. Karena begitu pentingnya peran agama dalam kehidupan masyarakat, maka perlu kita memahami sejauh mana posisi agama di dalam merespon berbagai persoalan kemasyarakatan.

Proses globalisasi ini memiliki pengaruh yang sangat besar bagi perkembangan nilai² agama. Kenyataan ini mendapat respon yang sangat beragam dari kalangan pemikir dan aktivis agama. Islam adalah agama universal. Di dalamnya, ada aspek duniawi dan ukhrowi yang saling melengkapi. Keduanya adalah satu kesatuan yang utuh. Globalitas islam menyerukan kepada semua manusia, tanpa memandang bangsa, suku bangsa, warna kulit dan deferensiasi lainnya.

Potensi yang dimiliki umat islam :

  1. potensi syariah/peraturan yang lengkap mencakup seluruh aspek kehidupan.
  2. potensi kekayaan alam 65% dimiliki umat islam (terutama minyak bumi)
  3. sejarah islam yang penuh kejayaan dan kemenangan.

Namun, kedalaman pemahaman umat islam tentang potensi ini belum dianggap sebagai potensi kemajuan, malah yang terjadi sekarang adalah kemunduran.

Kemunduran² ini dipengaruhi oleh faktor :

  1. Internal
    • Jatuhnya umat islam dari Assunah dan Al-Quran.
    • Ada perasaan rendah dari dan tidak yakin dengan islam.
    • Ada gejala taqlid (kagum) dengan semua yang berasal dari barat.
    • Tertinggalnya iptek
  2. External
    • Qhazwul fikri / perang pemikiran.
    • Hatakatul irtidad / gerakan pemurtadan.

Solusi dari problematika diatas adalah :

  • Umat islam menerapkan syariah islam disegala aspek.
  • Mendidik generasi dengan nilai² islam serta menyeluruh.
  • Menyiapkan kekuatan untuk menghadapi musuh. (Q.S 8:60)

Mungkin ini sekiranya bermanfaat makanya saya sebarkan biar makin banyak yang tau. Kalo ada kesalahan penulisan silahkan komentar. Sekian. 

Read More

Minggu, 23 November 2014

Misteri Jin "Qarin" Pendamping Manusia

Assalamualaikum.. Selamat malam sobat mwb. Bertemu lagi dengan saya, seperti biasa di akhir pekan ini saya akan membagikan informasi yang bermakna untuk kalian semua. Pada kesempatan kali Ini saya akan membahas tentang JIN PENDAMPING manusia atau yang biasa disebut dengan Jin QARIN. Pasti sobat semua pernah mendengar yang namanya kerasukan, nah biasanya, orang yang kerasukan ini mengaku bahwa ia adalah sosok seorang yang sudah meninggal, dan sengaja meminjam raga orang lain untuk berkomunikasi dengan orang yang masih hidup, karena konon arwahya masih penasaran karena ada pesan yang belum tersampaikan.


Pasti kejadian ini sudah tak asing lagi bagi kita, Tahukah kamu?? biasanya ketika seseorang kerasukan dan mengaku dirinya adalah sosok orang yg telah meninggal, itu bukanlah setan, melainkan sosok yang merasuk ke dalam tubuhnya itu adalah sahabat almarhum/almarhumah yang tidak lain adalah Qorin atau jin pendamping yang selalu mendampinginya sewaktu hidup. Jadi ia tahu betul apa yang dilakukan almarhum/almarhumah sewaktu hidup.

Siapakah Qarin itu sebenarnya?? apakah ia jin pendamping yang baik atau jahat bagi orang yang di dampinginya?? mengapa qarin tidak meninggal menyusul orang yang didampinginya ke alam baka (kekal)?? secara bahasa”qarin” berarti teman atau pasangan. Karena itu qarin sering di artikan sebagai teman yang selalu mendampingi kita kapan saja kita berada.

Layaknya teman , ada yang baik dan ada yang buruk. Begitu juga dengan qarin, ia kadang memiliki pengaruh baik pada kita kadang juga memiliki pengaruh buruk pada kita. Tetapi pengaruh kita sebagai manusia lebih tinggi dibandingkan pengaruh qarin terhadap kita.

Qarin sudah ada sejak kita lahir. Karena itu , ada yang mengistilahkan qarin itu pasangan kembar kita. Hanya saja ia bentuknya ghaib dan tak terlihat. Sebagai pasangan yang selalu mengikuti kita kemana saja , sudah pasti ia tahu betul apa yang kita kerjakan semasa hidup. Seingga qarin bisa menyampaikan keinginan2 yg ingin di sampaikan alkmarhum/almarhumah saat ihdupnya yang belum sempat terucap.

Keberadaan qarin dlm tubuh kita di pertegas oleh hadist nabi riwayat Abdulah bin mas' ud. Dalam hadist tsb di sebutkan bahwa rasullulah bersabda “ tidak ada seorangpun diantara kalian yang tidak di tunjuknya jin pendamping (Qarin) “.” para sahabat bertanya”. “termasuk anda, ya Rosulullah??”

“ya” Jawab nabi. “Hanya saja aku mendapat pertolongan Allah, sehingga jin pendampingku masuk islam, dan ia tidak pernah mengajak ku kecuali yang baik-baik”

Konon jin (Qarin) yang mendampingi nabi itu bernama Habib al-Huda dan ia beragama islam. Disinyalir jin nabi ini masih hidup hingga sekarang. Dan tinggal di baqi'. Disana ia memiliki majelis dakwah, yang kerap kali di datangi oleh jin-jin lainnya yang beragama islam. Jadi layaknya manusia , jin juga memiliki tempat untuk belajar dan mengajar.

Dalam al-quran sendiri perkataan qarin disebutkan dalam surat Zukhruf (43) : 36, barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (AL-QUR'AN), kami adakan bagionya setan (yang menyesatkan), maka setan itulah yang menjadi qarin, dan sesungguhnya merka benar-benar menghalangi mereka dari jalan dan mereka menyangka bahwa mereka mendapatkan petunjuk.

Menurut Prof. Dr. Quraish Shihab dalam tafsir Al-Mishbah, penggunaan bentuk tunggal bagi kata qarin dalam ayat di atas mengisyaratkan bahwa setiap orang yang enggan mengikuti tuntunan agama akan memiliki qarin. Ini terjadi bagi perorangan, bukannya sekelompok yang memperoleh satu qarin secara bersama-sama.

Artinya dalam setiap tubuh manusia pasti ada qarinnya. Ia akan mempengaruhi orang yang di dampinginya itu kepada jalan yang sesat. Bagi yang tidak memiliki iman, akan tersesat. Sebaliknya, bagi seseorang yang beriman maka akan dapat menepis godaan qarinnya.

Kata qarin juga disebut dalam surat Qaf (50) ayat 27. “ Dan yang menyertai dia berkata (pula) “Ya Tuhan Kami ,aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan.”[ Blog Misteri Beda Dunia ]

Menurut Quraish shihab , surat Qaf (50) ayat 23, membicarakan tentang keadaan orang-orang kafir di hari kiamat yang telah menjadi korban godaan qarin. Qarin itu mempertunjukan kepada Allah tentang orang yang telah berhasil di godanya yaitu seperti orang kafir, dan ia pantas disiksa di neraka.

Allah pun lalu melemparkan orang-orang kafir itu kepada neraka seperti yang terlukis dalam ayat berikutnya dari surat Qaf ayat 24, “Allah berfirman :” Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala”

Tetapi Qarin sendiri tak pernah mau bertanggung jawab atas dosa yang dipikul manusia atau siksaan yang diterima oleh orang yang sesat sehingga di masukan ke neraka.. ini terlihat dari penjelasan ayat berikutnya dari surat Qaf ayat 27 tersebut. Qarin mengelak bahwa itu bukan merupakan perbuatannya.

Seperti halnya manusia , qarin juga ada yang beragama islam, ateis, kristen dan yahudi. Konon qarin yang non muslim ini bertengger di bahu kiri pada orang yang di dampinginya.Sebaliknya Qarin yang Muslim berasa di bahu kanan, Dia selalu membantunya untuk taat kepada Allah. Jika kita lupa shalat, dia mengingatkan dan membangunkan kita. Dia tidak pernah meninggalkan orang yang di dampinginya kecuali ia sedang menggauli istrinya. Ketika sang suami isteri sudah masuk kamar dan pintu di tutup, maka qarin pun dengan sekejap sudah berada di mekkah untuk shalat disana dan balik lagi dengan sekejap ke rumah muslim tersebut.

Tidak seperti manusia , qarin tidak dapat mati hingga hari kiamat. Sebab ia merupakan bangsa jin. Seperti bangsa jin lainnya, ia pun tidak bisa mati kecuali saat datangnya hari kiamat. Maka dari itu, ketika yang di dampinginya meninggal, qarin kerap kali menampakkan wujudnya seperti diri org yang dulu di dampinginya.

Biasanya qarin itu berperilaku persis seperti orang yang di dampinginya. Jika orang yang di dampinginya adalah orang yang saleh maka ia akan berperilaku persis seperti orang itu, meskipun orang itu sudah meninggal. Karena itu kerap kali kita mendengar kisah-kisah tentang orang saleh yanng sudah meninggal dunia , tetapi kita masih melihat nya sedang mengaji di masjid, beribadah dan sebagainya.

Sebagian orang menilai itu karena karomahnya.padahal itu adalah qarin yang dulu mendampinginya ia akan persis melakonkan perilaku orang yang di dampinginya saat masih hidup.

Dalil tentang Adanya Jin Pendamping

Ibn Mas’ud menceritakan, Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, bersabda yang artinya: “Tidaklah salah seorang dari kalian melainkan ada pendampingnya dari golongan jin.”Mereka bertanya, “Juga padamu, ya Rasulullah?” “Ya, juga bagiku, hanya saja aku telah mendapat perlindungan dari Allah sehingga aku selamat. Ia tidak memerintahkan aku kecuali kebaikan.” (HR Muslim).

Ath-Thabarani mengisahkan riwayat dari Syuraik bin Thariq. Ia berkata, Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya: “Tidak ada seseorang di antara kalian melainkan ada baginya seorang setan.” Mereka bertanya, “Juga bagimu, ya Rasulullah?” “Ya, juga bagiku, tetapi Allah melindungiku sehingga aku selamat .”(HR. Ibnu Hibban).

Ibn Mas’ud meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya: “Setiap anak Adam mempunyai kelompok, dan bagi malaikat ada kelompok dengan anak Adam. Kelompok setan mengajak kepada kejahatan dan mendustakan yang hak, adapun kelompok malaikat mengajak kepada kebaikan dan membenarkan yang hak. Barang siapa yang mendapatkan yang demikian itu, maka ketahuilah bahwa itu dari Allah dan pujilah Allah, dan barang siapa yang mendapatkan selain itu, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk, kemudian ia membaca asy-syaithanu ya’idukumul-faqra wa ya’murukum bil-fahsya’.” (HR. Tirmizi).

Sa’id al-Jariri mengomentari ayat yang berbunyi, “Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Alquran), kami adakan baginya setan.” (QS. Az-Zukhruf: 36).Ia berkomentar, “Telah sampai berita kepada kami bahwa orang kafir apabila dibangkitkan pada hari kiamat, setan akan mendorong dengan tangannya, hingga ia tidak bisa melawannya, sampai Alloh menempatkannya di api neraka, dan ketika itu ia berkata, ‘Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara timur dan barat.’ (QS. Az-Zukhruf: 38). Sementara, orang mukmin akan diwakilkan padanya malaikat sampai ia diadili di antara manusia dan menempatkannya dalam surga.

Abadullah Bin Mas’ud mengatakan bahwa : Rasulullah saw bersabda;“Tidak ada seorangpun diantara kalian yang tidak ditunjuk untuknya Jin pendamping (Qarin)”. Para sahabat bertanya; “Termasuk anda ya Rasulullah ?, “Ya” jawab Nabi, Hanya saja aku mendapat pertolongan Allah,sehingga Jin pendampingku masuk Islam, dan dia tidak pernah mengajakku kecuali yang baik-baik”.

Jin pendamping (Qarin) Rasulullah saw, adalah bernama Habib al-Huda, beragama Islam dan menurut para ulama sampai sekarang beliau masih hidup, beliau tinggal di Baqi’. Di Baqi’, beliau mempunyai majelis pengajaran tafsir dan hadis-hadis Rasulullah saw yang didatangi oleh jin-jin muslim. Hal ini bisa saja terjadi sebab umur rata2 Jin panjang bisa mencapai ratusan dan ribuan tahun.

Bagi orang kita orang awam akan timbul pertanyaan : Apakah Jin pendamping muslim itu juga pasti muslim ..?, jawabnya tidak mesti. Kadang-kadang Jin pendamping seorang muslim itu adalah jin muslim, tetapi ada juga jin kafir, ateis, penyembah berhalah, kristen, yahudi. Jin pendamping (qarin) yang non muslim ini, bertengger dibahu kiri pada orang yang didampinginya, dan dia adalah pendukung kejahatan. Tetapi pengaruh manusia terhadap jin lebih besar ketimbang pengaruh jin terhadap manusia.

Jin Pedamping yang muslim, sangat mencintai orang muslim yang didampinginya dalam derajat yang tidak dapat dibayangkan oleh manusia. Dia melindungi manusia yang didampinginya dari berbagai bahaya, dan membantu untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah. Ketika anda lupa sholat dia membantu mengingatkan dan membangunkan anda. Dia tidak pernah meninggalkan orang muslim yang didampinginya kecuali orang tersebut sedang menggauli istrinya. Ketika sang suami isteri sudah masuk kamar dan pintu ditutup, maka Qarin dengan sekejap sudah berada di Mekkah untuk sholat disana, dan balik lagi dalam waktu sekejap kerumah orang muslim tersebut.

Untuk Melindungi Diri dari Jin Qorin maka Banyaklah berdzikir dan memohon perlindungan kepada Allah. Jika kita sungguh-sungguh melakukan hal ini, insyaaAllah, akan datang perlindungan dari Yang Maha Kuasa.


© Source | Dengan perubahan seperlunya



Read More

Selasa, 04 November 2014

Satu Kalimat sederhana yang Sanggup Menjebol Tembok Yajuj & Majuj

Di antara bangsa-bangsa manusia, tidak ada bangsa yang sekuat ya’juj ma’juj, sekejam ya’juj ma’juj, dan sebanyak ya’juj ma’juj. Namun tidak disangka, bahwa kelak yang membebaskan mereka dari tembok kokoh Dzulqarnain adalah kalimat ‘Insya Allah’. Untuk lebih jelasnya berikut ini diberikan uraian lengkapnya. 

Nabi Sulaiman a.s. lupa mengatakan "Insya Allah" saat mengatakan, "Malam ini aku akan menyetubuhi 60 atau 70 istriku sehingga merekahamil. Lalu, setiap istriku melahirkan seorang anak lelaki yang akan menjadi mujahid penunggang kuda fisabilillah." maka ia pun gagalmemiliki anak (Kisah Nabi Sulaiman ini terabadikan dalam hadis riwayat Bukhari danMuslim)

Ketika malam itu beliau memang menyetubuhi 60 atau 70 istrinya, tetapi yang hamil hanya salah satu diantara istrinya. Bahkan anak yang dilahirkannya pun dalam keadaan tidak sempurna fisiknya. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda : "Kalau saja Nabi Sulaiman as mengucapkan insya Allah, niscaya mereka akan berjihad di jalan Allah sebagai penunggang kuda semuanya." (HR Bukhari dan Muslim)

Nabi Muhammad SAW pernah ditanya oleh An-Nadhar bin Al-Harits dan ‘Uqbah bin Ani Mu’ith sebagai utusan kaum kafir Quraisy. Pertanyaan yang diajukan oleh kedua orang ini adalah bagaimana kisah Ashabul Kahfi?, Bagaimana kisah Dzulqarnain?, dan Apa yang dimaksud dengan Ruh?.

Rasulullah SAW bersabda kepada dua orang itu, “Besok akan saya ceritakan dan saya jawab.” Akan tetapi Rasulullah SAW lupa mengucapkan “Insya Allah”. Akibatnya wahyu yang datang setiap kali beliau menghadapi masalah pasti terputus selama 15 hari.

Sedangkan orang Quraisy setiap hari selalu menagih janji kepada Rasulullah saw dan berkata “Mana ceritanya? besok.. besok.. besok..” Ketika itu Rasulullah saw sangat bersedih. Akhirnya Allah menurunkan wahyu surat Al-Kahfi yang berisi jawaban kedua pertanyaan pertama, pertanyaan ketiga berada dalam surat Al-Israa ayat 85.

Allah berfirman pada akhir surat Al-Kahfii :
“Janganlah kamu sekali-kali mengatakan, ‘Sesungguhnya saya akan melakukan hal ini besok,’ kecuali dengan mengatakan Insya Allah.” (QS Al-Kahfi :23-24)




Sebuah kalimat yang sering kita salah artikan tetapi orang yang paling mulia disisiNya, yang telah diampuni dosanya baik yang telah lalu dan yang akan datang pun ditegur oleh Allah SWT karena lupa mengucapkan “Insyaa Allah”. Ada rahasia besar apa dibalik kalimat Insya Allah?

Perhatikan petikan ayat diatas, di ayat tersebut Allah memerintahkan manusia ketika semua rencana sudah matang dan pasti janganlah mengatakan “Sesungguhnya aku akan mengerjakan besok” tetapi harus diikuti dengan ucapan Insya Allah.

Sebab ucapan “Sesungguhnya aku akan mengerjakan besok” adalah sebuah ‘ucapan kepastian’, keyakinan diri jika hal itu benar-benar akan dilakukannya, bukan keraguan-keraguannya.

Benar, Insya Allah adalah penegas ucapan kepastian dan keyakinan. Bukan keragu-raguan. Dari situlah tubuh kita mengeluarkan semacam kekuatan dan kepasrahan total yang tidak kita sadari sebagai syarat utama tercapainya sebuah keberhasilan.

Manusia hanya berencana dan berikhtiar, Allah yang menentukan hasilnya. Manusia terlalu lemah untuk mengucapkan ‘pasti’, karena Allah sebagai sang pemilik tubuh ini dapat berkehendak lain.

Ingat baik baik! Jika kalian tidak yakin atau tidak dapat memastikan sebuah rencana, maka jangan pernah mengatakan Insya Allah, cukup katakan saja “Maaf, saya tidak bisa” atau “Maaf, saya tidak dapat menghadiri …”

Tetapi bila kalian yakin bisa melakukan rencana itu, maka katakanlah “Insya Allah”, niscaya kalian akan melihat sebuah ketentuan Allah sesuai dengan apa yang telah dijanjikan oleh-Nya.

“Mereka (Ya’juj & Ma’juj) berusaha untuk keluar dengan berbagai cara, hingga sampai saat matahari akan terbenam mereka telah dapat membuat sebuah lobang kecil untuk keluar. Lalu pemimpinnya berkata,’Besok kita lanjutkan kembali pekerjaan kita dan besok kita pasti bisa keluar dari sini.”

“Namun keesokkan harinya lubang kecil itu sudah tertutup kembali seperti sedia kala atas kehendak Allah. Mereka pun bingung tetapi mereka bekerja kembali untuk membuat lubang untuk keluar. Demikian kejadian tersebuat terjadi berulang-ulang.”

“Hingga kelak menjelang Kiamat, di akhir sore setelah membuat lubang kecil pemimpin mereka tanpa sengaja berkata, “Insya Allah, Besok kita lanjutkan kembali pekerjaan kita dan besok kita bisa keluar dari sini.”

“Maka keesokan paginya lubang kecil itu ternyata masih tetap ada, kemudian terbukalah dinding tersebut sekaligus kegaibannya dari penglihatan masyarakat luar sebelumnya.”

“Dan Kaum Ya’juj dan Ma’juj yang selama ribuan tahun terkurung telah berkembang pesat jumlahnya akan turun bagaikan air bah memuaskan nafsu makan dan minumnya di segala tempat yang dapat mereka jangkau di bumi.”
Jika kaum perusak sekelas ya’juj dan ma’juj saja bisa berhasil meskipun tanpa sengaja mengucapkan Insya Allah, bagaimanakah halnya dengan kita. Apalagi jika disertai dengan kesadaran dan penuh kepastian mengucapkannya. Yakinlah, janji Allah SWT selalu benar, Dia-lah sebaik baik penepat janji.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ibnu Harmalah dari bibinya berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Kamu mengatakan tidak ada permusuhan, padahal sesungguhnya kamu senantiasa memerangi musuh, sehingga datanglah Ya’juj dan Ma’juj; yang lebar jidatnya, sipit matanya, menyala (merah) rambutnya, mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi, wajahnya seperti martil.”

Jika kaum perusak sekelas Ya’juj dan Ma’juj saja bisa berhasil meskipun tanpa sengaja mengucapkan Insya Allah, bagaimanakah halnya dengan kita umat islam? apalagi jika disertai dengan kesadaran dan penuh kepastian mengucapkannya. Yakinlah.Janji Allah swt selalu benar, Dia lah sebaik baik penepat Janji.

Wallahu’alam bishshawab...

© Source | Dengan perubahan seperlunya


Read More

Sabtu, 04 Oktober 2014

Tingkatan Nafsu menurut Al Ghozali

Selamat malam. Mungkin hampir setiap hari kita hidup menggunakan hawa nafsu, ntah itu nafsu baik maupun nafsu yg buruk. Nafsu sendiri menurut bahasa artinya keinginan atau dorongan.



Arti martabat nafsu itu berputar sekitar diri & jiwa ,yang kadang² di maksudkan dgn pengertian 'diri' atau kadang² dgn pengertian 'jiwa' manusia. Menurut Iman Al Ghozali Nafsu pun terbagi menjadi beberapa jenis, Diantaranya :


  1. Nafsu Bahimiyah
    Nafsu yg berkelakuan seperti hal nya binatang. malas²an dan hanya mau makan, minum, dan tidur enak.
  2. Nafsu Sabuiyah
    Nafsu seperti yg dimiliki binatang buas maunya makan, minum dgn cara merampas hak orang lain. Cth : korupsi, maling, dll.
  3. Nafsu Syaitoniyah
    Nafsu yg berkelakuan seperti Setan. Sifat²nya slalu bermaksiat kpd Allah SWT.
  4. Nafsu Ruhuhiyah
    Nafsu yg mengaku punya kemampuan, kekuatan, dan kekuasaan, padahal semua itu milik Allah SWT.
  5. Nafsu Mutmainnah
    Nafsu yg tenang, tenteram, damai, ikhlas, dlm beribadah tak mengharapkan apa² kecuali ridho Allah SWT.

Yaa itu aja mungkin yg bisa saya sebarkan, semoga kalian jadi makin tau. selebihnya di maaapin, kalo ada yg salah silahkan berkomentar.

“Mulai skrng kendalikan lah napsu mu, sebelum ia mengendalikan dirimu.“

Read More

Rabu, 01 Oktober 2014

Tingkatan Iman Menurut Al Ghozali

Selamat sore menjelang malam sobat.. Tadi di sekolahan saya dpt sedikit ilmu yg mungkin kalo saya sebar luaskan akan bermanfaat bagi kalian semua walaupun, sudah banyak yg bahas, ini mungkin definisi paling singkat dari Tingkatan Iman menurut Iman Al Ghozali.



Nah, kita sebagai manusia hidup memiliki tujuan, namun tujuan tersebut tak akan bisa tercapai kalo kita tdk beriman dan beribadah kpd Allah SWT. Maka dari itu dlm mencapai tujuan tersebut seharusnya dibarengi dgn beriman dan beramal sholeh. Iman sendiri dlm bahasa Arab artinya percaya. Sedangkan menurut istilah ialah, membenarkan dgn hati, diucapkan dgn lisan, dan diamalkan dgn tindakan. Berikut beberapa Tingkatan iman menurut Al Ghazali :


  1. Iman 'Abidin
    Iman nya ahli ibadah. orang yg mengharap surga dan takut neraka dgn beribadah kpd Allah SWT.
  2. Iman Muhibbin
    Iman nya seorang yg beribadah kpd Allah, karna rasa cinta dan rasa melakukan apapun demi seorang kekasih.
  3. Iman Mukhlisin
    Iman nya seseorang yg ikhlas. tapi keikhlasannya masih di dirinya.
  4. Iman 'Arifin
    Iman nya seorang yg ikhlas, arif dan bijaksana, dlm beribadah tdk mengharapkan pahala tapi ridho Allah SWT.

Mungkin itu aja lah yg bisa saya berikan tuk postingan kali ini, kalo ada kesalahan yaaa mohon dimaapin dan kalo ada yg salah mohon berkomentar.

Read More

Selasa, 16 September 2014

Perbedaan ilmu dengan harta

Selamat malam semua. rasanya dah lama nihh saya ga posting. maklum lah, saya sedang sibuk di dunia nyata dgn jadwal yg padat, jadi baru sempet dehh. Nah, tuk postingan kali ini saya akan membahas ttg Perbedaan ilmu dgn harta. Walaupun dah banyak yg ngebahas, tapi apa salahnya jika saya lebih menyebar luaskannya. Tapi sebelum saya melanjutkannya dimohon ketersediaan nya tuk membantu Like Fanspage saya Di sini. Oke berikut beberapa perbedaan ilmu dgn harta tg saya rangkum dari buku pelajaran saya, disimak yah :

  1. Yg pertama adalah Karena ilmu adalah warisan para nabi, sedangkan harta adalah warisan Fira'un, dsb.
  2. Karena ilmu akan menjaga dan melindungi sedangkan harta malah kamu yg jagain
  3. Harta memiliki banyak musuh sedangkan ilmu punya banyak teman.
  4. Harta jika dibelanjakan akan berkurang sedangkan ilmu akan bertambah.
  5. Pemilik Harta akan di hisab pd hari kiamat sedangkan ilmu akan di syafaati pd hari kiamat.
  6. Harta akan rusak sedangkan ilmu tak akan rusak atau binasa.
  7. Harta membuat hati menjadi keras sedangkan ilmu penerang cahaya hati.
  8. Harta akan mendapat predikat materialisme sedangkan ilmu sebagai penghamba Allah SWT.
  9. Ilmu adalah pendekatan diri kpd Allah SWT.
  10. ilmu adalah keindahan.
  11. Ilmu adalah cahaya orang mukmin.

Hffft.. nah itu tadi sedikit rangkuman ttg Perbedaan Ilmu dgn harta. Semoga apa yg saya sebarkan ini bermanfaat untuk kalian semua agar tak tersesat di jln yg salah.

Sekian.

Read More

Jumat, 15 Agustus 2014

Alasan Rasulullah SAW Sayang Terhadap Kucing

kucingmuezza.jpg

DALAM perkembangan peradaban Islam, kucing hadir sebagai teman sejati dlm setiap nafas dan gerak geliat perkembangan Islam.
Diceritakan dlm suatu kisah, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yg diberi nama Mueeza. Suatu saat, dikala Nabi hendak mengambil jubahnya, di temuinya Mueeza sedang terlelap tidur dgn santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yg ditiduri Mueeza dari jubahnya. Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya.
Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dgn mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali. Dlm aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi slalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yg Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.
Kepada para sahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri. Hukuman bagi mereka yg menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dlm sebuah hadist shahih Al Bukhari, dikisahkan tentang seorang wanita yg tak pernah memberi makan kucingnya, dan tdk pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.
Dari Ibnu Umar ra bahwa rasulullah saw bersabda, ”Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yg dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang² kecil yang ada dilantai.” (HR. Bukhari)
Nabi menekankan di beberapa hadis bahwa kucing itu tidak najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci. Kenapa Rasulullah Saw yang buta baca-tulis, berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?

Keistimewaan dari Kucing

Fakta Ilmiah 1 :
Pada kulit kucing terdapat otot yg berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dgn sentuhan otot manusia. Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yg runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum,tidak ada setetes pun cairan yg jatuh dari lidahnya. Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yg paling canggih, permukaannya yg kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yg tersisa di badannya.

Fakta Ilmiah 2 :
Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dlm telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. Pada bagian² tersebut dilakukan pengambilan sample dgn usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian² khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya. Hasil yang didapatkan adalah :

  1. Hasil yg diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.
  2. Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
  3. Cairan yg diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.
  4. Sekalinya ada kuman yg ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yg dianggap sebagai kuman biasa yg berkembang pada tubuh manusia dlm jumlah yg terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus.
  5. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
  6. Tidak ditemukan kelompok kuman yg beragam.
  7. Berbagai sumber yg dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.

Komentar Para Dokter Peneliti Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing. Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit. Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yg paling banyak terdapat pada anjing, manusia 1/4 anjing, kucing 1/2 manusia.
Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yg bernama lysozyme. Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yg sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll). Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat² dengan air. Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yg menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.

Fakta Ilmiah 3 :
Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yg telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih dari manusia.

Fakta Ilmiah Tambahan :
Zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi. Dengkuran kucing yg 50Hz baik buat kesehatan selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress.
Sisa makanan kucing hukumnya suci. Hadist Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum. Kabsyah berkata,“Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW pernah bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yg suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),” (H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yg menceritakan bahwa Nabi muhammad Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu. Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.” Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yg menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya. Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur.

Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yg disentuh kucing, dan Aisyah memakannya. Rasulullah Saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yg berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing.” (H.R AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni). Hadis ini diriwayatkan Malik, Ahmad, dan imam hadits yang lain.

Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yg badan, keringat, bekas dari sisa makanannya adalah suci, Liurnya bersih dan membersihkan, serta hidupnya lebih bersih daripada manusia. Mungkin ini pula-lah mengapa Rasulullah SAW sangat sayang kepada Muezza, kucing kesayangannya.



© source | dgn perubahan seperlunya.

Read More

Jumat, 20 Juni 2014

5 mitologi yang sangat terkenal dalam islam

yajuj-majuj.jpg

selamat malam semua.. dah lama nih saya ga aktif lantaran ada UKK, jadi ga sempet buka blog deh. pd malam ini saya akan membahas 5 mitologi yg sangat terkenal dlm islam. yg dirangkum dari berbagai sumber. dan berikut 5 mitologi yg sangat terkenal dlm islam :

  1. Dabbat al-ard
    Yg pertama adalah Dabbat al-Ard, sebuah frasa yg berarti binatang buas (monster) yg muncul dari perut bumi. Dlm Islam binatang ini sebagai salah satu tanda sebelum datang nya Hari Pembalasan. Binatang melata ini akan keluar di kota Mekah deket gunung Shafa, stelah peristiwa Matahari terbit dari Barat, ia akan berbicara dgn kata-kata yg fasih dan jelas. Dabbat al-ard ini akan membawa tongkat nabi Musa & cincin nabi Sulaiman. Ibnu Jurayj mengatakan bahwa Ibnu Zubair menjabarkan binatang ini dgn rinci, "Kepalanya seperti kepalakerbau, matanya seperti mata babi, telinganya seperti telinga gajah, tanduknya seperti tanduk rusa jantan, lehernya seperti leher burung unta, dadanya seperti dada singa, warna kulitnya seperti warna kulit harimau, panggulnya seperti panggul kucing, ekornya seperti ekor biri-biri jantan dankakinya seperti kaki unta. Di antara sepasang persendiannya sejarak 12 ukuran garis lurus."
  2. Imam Mahdi
    imam mahdi atau Muhammad al-mahdi adalah seorang muslim berusia muda yg akan dipilih oleh Allah tuk menghancurkan semua kezaliman & menegakkan keadilan di muka bumi sebelum datangnya hari kiamat. Nama Imam Mahdi sebenarnya seperti yg disebutkan dlm hadist, "ia bernama Muhammad (seperti nama Nabi Muhammad), nama ayahnya pun sama seperti nama ayah Nabi Muhammad SAW yaitu Abdullah. Nama Imam Mahdi sama persis dengan Rasulullah SAW yaitu Muhammad bin Abdullah." Dlm hadist yg disebutkan di atas Imam Mahdi akan memimpin selama 7 , 8 atau 9 tahun. Semasa kepemimpinannya Imam Mahdi akan membawa kaum muslimin tuk memerangi kezaliman, hingga satu demi satu kedzaliman akan tumbang takluk dibawah kekuasaanya.Kemenangan demi kemenangan yg diraih Imam Mahdi dan pasukannya akan membuat murka raja kezaliman (Dajjal) sehingga membuat Dajjal keluar dari persembunyiannya dan berusaha membunuh Imam Mahdi serta pengikutnya.
  3. Buraq
    Buraq adalah sesosok makhluk tunggangan ajaib, yg membawa Nabi Muhamad SAW dari Masjid al-Aqsa menuju Mi’raj ketika peristiwa Isra Mi’raj. Makhluk ini diciptakan Allah tebuat dari cahaya. Dilihat dalam kamus bahasa, maka kita akan menemukan istilah “buraq” yang diartikan sebagai “Binatang kendaraan Nabi Muhammad Saw”, dia berbentuk kuda bersayap kiri kanan. Dalam pemakaian umum, “buraq” itu berarti burung cendrawasih, yang oleh kamus diartikan dengan burung dari sorga (bird of paradise). Sebenarnya “buraq” itu adalah istilah yang dipakai dlm Al Qur’an dgn arti 'kilat' termuat pada ayat 2/19, 2/20 dan 13/2 dgn stilah aslinya 'Barqu'.
  4. Yajuj & Majuj
    Yajuj & Majuj adalah sebutan kpd suatu bangsa yg muncul dlm akhir zaman, yg memiliki kekuatan sebagai perusak dan penghancur kehidupan di muka bumi. Kisah tentang kaum ini terdapat dlm ajaran agama Yahudi, Kitab Kejadian umat Kristen dan kitab suci umat Islam, Al-Qur’an. Mengenai sekelompok manusia Yajuj dan Majuj dlm tradisi religius digambarkan dlm istilah yg ambigu (tdk jelas). Ada yg menyebutnya sebagai bentuk manusia,mahkluk berbentuk raksasa, suatu bangsa atau negeri. Yajuj dan Majuj jg muncul dlm banyak mitos dan cerita rakyat di banyak negara. Yajuj dan Majuj adalah dua bangsa yg sangat besar jumlahnya. Mereka masih keturunan Adam, sebagaimana di jelaskan dlm hadits shahih Bukhari dan Muslim.Walaupun mereka dari jenis manusia keturunan Adam, namun mereka memiliki sifat khas yang berbeda dari manusia biasa. Ciri utama mereka adalah perusak dan jumlah mereka yang sangat besar sehingga ketika mereka turun dari gunung seakan-akan air bah yg mengalir, tdk pandai berbicara dan tidak fasih, bermata kecil(sipit), berhidung kecil, lebar mukanya, merah warna kulitnya seakan-akan wajahnya seperti perisai dan sifat-sifat lain. (baca : kisah yajuj & majuj )
  5. Dajjal
    dan yg terakhir adalah Dajjal, seorang tokoh kafir yg jahat dlm Islam, ia akan muncul menjelang Kiamat. Dajjal pembawa fitnah di akhir zaman, menurut hadits Muhammad bersabda: "Sejak Allah swt menciptakan Nabi Adam a.s. sampai ke hari kiamat nanti, tidak ada satu ujian pun yang lebih dahsyat daripada Dajjal". Nabi Muhammad mengingatkan para pengikutnya tuk membaca dan menghapal 10 ayat pertama dari Surat Al-Kahfi sebagai perlindungan dari Dajjal, dan kalau bisa berlindung di kota Madinah dan Mekkah, karena Dajjal ga akan pernah bisa masuk kota tersebut yg dijaga oleh para malaikat. Rasulullah jg mengingatkan para pengikutnya untuk berdoa, "Ya Allah! Aku berlindung dengan-Mu dari bencana Dajjal." Dia jg menyatakan tdk ada musibah yg lebih hebat daripada bencana yg ditimbulkan Dajjal sejak penciptaan Nabi Adam hingga Hari Kebangkitan.

nah sekian dulu postingan saya kali ini tentang 5 mitologi yg sangat terkenal dlm islam , semoga kalian jadi lebih tau dan pastinya semoga bermanpaat.

Read More

Rabu, 21 Mei 2014

Bahaya berkhalwat dengan non muhrim

Selamat malam semua para pengguna mwb.. Semoga kedaaan kalian sehat slalu. Tadi siang saya dpt pencerahan dari guru besar di sekolah saya bahwa, jaman skrng itu bisa di katakan jaman kembali lg ke jahiliyah dikarenakan manusia sudah tdk memiliki rasa malu & bersalah atas apa yg ia perbuat.

berkhalwat.jpg

Rasulullah bersabda, "Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan (kholwat) dengan wanita kecuali bersama mahromnya" (HR. Bukhari & Muslim)

Nah, maka dari itu saya ingin membagikan sedikit informasi yg dimana ini sangat berguna untuk para kaum muda penerus bangsa agar tdk termasuk ke dlm golongan jahiliyah, yaitu adalah Bahaya berkhalwat dgn non muslim :

  1. mendekati zina
  2. terjadinya hubungan sex diluar nikah
  3. tdk produktip waktu
  4. menjadikan hidup boros

Solusinya :

  1. banyak ibadah
  2. melakukan kegiatan positip
  3. bergaul dgn orang alim
  4. menjaga kehormatan
  5. slalu ingat Allah SWT
  6. bersegeralah menikah

hufft.. Capek jg ya ngetik segini doang, nah cukup segini dulu yah.. Intinya kita itu harus menjadi manusia produktip agar bangsa ini maju seutuhnya!

Read More

Kamis, 17 April 2014

Macam macam zina & pengertiannya

stopzina.jpg

Selamat siang semua... akhir akhir ini di sekolah saya sedang hangat dibicarakan tentang zina. kalian tau sendiri kan bahwa zina itu sangat berbahaya apalagi untuk kalangan anak muda. zina itu sendiri bkn cuma merujuk ke hubungan bdn yg blm sah, tetapi ada banyak jenisnya. maka dari itu saya akan menjelaskan tentang macam macam zina. Berikut adalah penjelasanya : 

  •  Zina al-lamam-Zina ain (zina mata) yaitu memandang lawan jenis dgn perasaan senang.
  •  Zina Qolbi (zina hati) yaitu memikirkan atau menghayalkan lawan jenis dgn perasaan senang kepadanya. 
  •  Zina Lisan (zina ucapan) yaitu membincangkan lawan jenis dgn perasaan senang kepadanya 
  •  Zina Yadin (zina tangan) yaitu memegang tubuh lawan jenis dgn perasaan senang kepadanya
  •  Zina Sebenarnya Al-Lamam (Zina Yg Sebenarnya) 
  •  Zina muhsan yaitu zina yg dilakukan oleh orang yg tlah bersuami istri, hukumannya adalah dirajam sampai mati.
  •  Zina gairu muhsan yaitu zina yg dilakukan oleh orang yg belum bersuami istri, hukumannya adalah didera sebanyak 100X dgn menggunakan rotan.

nah itu tadi macam2 zina, memang susah tuk tdk melakukan itu semua. tapi setidaknya kita jadi lebih tau macam macam zina, semoga bermanpaat.
Read More