Selamat malam sobat blogger!
Gimana kabar kalian semua di akhir tahun ini? Saya harap kondisi kalian dalam kondisi yang sehat dan bahagia selalu. Sekarang sudah memasuki akhir tahun yang berarti saatnya saya untuk membuat postingan khusus tentang kilas balik peristiwa yang saya alami selama tahun 2019, sebagai ungkapan rasa syukur untuk tahun yang mana banyak sekali hal-hal yang baru pertama kali saya rasakan. Walau masih ada yang tidak sesuai dengan harapan, setidaknya saya tidak dengan sengaja meremehkan alur ciptaan Tuhan atas perjalanan hidup saya. Tahun 2019 punya banyak momen yang menegangkan sekaligus menyenangkan, maka dari itu saya mencoba merangkum beberapa momen yang sangat melekat di ingatan saya dalam sebuah post yang seperti biasa saya sebut dengan Coretan Akhir Tahun 2019. Tujuan dari post ini simpel sebenarnya agar tidak mudah lupa aja. Oke. Yaudah langsung saja sob!
► Januari - Maret 2019
Dari awal mulainya tahun 2019 saya sudah semakin disibukkan dengan aktivitas belajar memahami materi ujian SBMPTN yang tinggal hitungan minggu lagi. Selain belajar kegiatan saya yang sebenarnya yaitu membantu kegiatan sehari-hari bisnis milik orang tua saya yang kebetulan semenjak saya lulus sekolah lagi kekurangan pekerja. Jadinya saya bisa dibilang pekerja lepas di usaha orang tua saya. Lumayan dah buat mengisi waktu luang. Tapi terkadang saya kewalahan dan kesulitan untuk menyeimbangkan porsi keduanya. Ada hari-hari di mana saya semangat berjuang dan ada hari-hari di mana saya pasrah dan mengikuti kehendak tubuh untuk melakukan istirahat yang panjang.
► 13 April 2019
Bulan april merupakan bulan yang sangat dinanti-nantikan oleh para pelajar di seluruh Indonesia karena akan dilaksanakan
UTBK gelombang pertama. UTBK dilaksanakan dari tanggal 13 April sampai 26 Mei, dengan 12 kali waktu ujian dan dibagi menjadi dua gelombang. Para peserta bisa mengikuti tes maksimal dua kali. Jadi, apabila skor kita di UTBK satu lebih kecil, maka kita bisa menggunakan skor UTBK kedua, begitupun sebaliknya. Intinya skor tertinggi yang akan diseleksi dengan skor peserta lain. Jadi sekarang untuk bisa mengikuti SBMPTN tahun ini kita harus mempunyai nilai UTBK terlebih dahulu. UTBK itu nama tesnya, sedangkan SBMPTN itu nama seleksinya. Untuk gelombang pertama ini saya melaksanakan UTBK nya di SMKS PGRI 1 BOGOR yang berlokasi di Bogor Barat, Kota Bogor.
► 17 April 2019
Kalau UTBK adalah momen ditunggu-tunggu oleh pelajar. Kalau momen ini ditunggu-tunggu juga, tapi skalanya lebih besar lagi yaitu oleh semua warga negara Republik Indonesia. Kita semua pasti sangat antusias adanya datangnya pesta demokrasi terbesar di dunia, Pemilu 2019! Ini merupakan pemilu pertama yang akan saya laksanakan selama menjadi warga negara Indonesia. Pemilu 2019 terdiri dari pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden yang akan diselenggarakan serentak 17 April. Saya benar-benar antusias dalam mengikuti setiap tahapan-tahapan dalam berdemokrasi ini. Dan alhamdulillah semua proses memilih ini berjalan dengan lancar.
► 4 Mei 2019
Avengers Endgame!! Siapa yang tidak tahu film paling diantisipasi tahun ini? Menyimak kelanjutan cerita para Avengers dan melihat kondisi dunia pasca hilangnya separuh populasi alam semesta memang sangatlah menarik. Dan ini adalah pengalaman pertama saya nonton film dengan format IMAX. Saya sengaja nonton film Avengers Endgame ini di studio IMAX untuk merayakan klimaks dari cerita dari INFINITY SAGA setelah sepuluh tahun eksis di dunia perfilman. Sangat layak film ini ditonton dalam format IMAX. Parade CGI yang sangat memukau membuat saya senang sekali. Saya benar-benar puas nonton film ini dengan format IMAX, layarnya lebih lebar dan nyaman. Pengalaman yang berkesan dan tak akan pernah terlupakan bagi saya.
► 11 Mei 2019
Jadi untuk UTBK tahun ini memang ada keistimewaan di mana ujiannya bisa mengikuti dua kali tes. Saya sebenarnya kaget mendengar kabar ini. Saya bertanya-tanya waktu itu apakah kesempatan saya untuk lolos terbuka lebar? Entahlah.
UTBK Gelombang II ini dilaksanakan pada 11- 26 Mei 2019. Dan lagi-lagi saya harus mengikuti ujiannya di hari pertama gelombang kedua. UTBK Gelombang II ini saya melaksanakannya di Karawang tepatnya di kampus UNSIKA. Dan yang lebih menantangnya lagi saya ujiannya pada saat bulan puasa ramadan. Behh jadi terasa lebih greget ini sebenarnya.
► 10 Juni 2019
Pada tanggal ini saya sekeluarga beserta nenek untuk pertama kalinya berkunjung ke candi terbesar di dunia yaitu
Candi Borobudur. Perjalanan ini mungkin bukan sesuatu yang luar biasa dalam ukuran umum, mungkin orang lain sudah biasa ke sana bahkan ada yang sudah berkali-kali. Tapi bagi keluarga kami yang jarang melakukan perjalanan bersama, ini menjadi semacam simpul baru. Tidak mengubah dinamika keluarga secara drastis, tapi cukup untuk memberi ruang pada rasa yang kadang terlalu lama disimpan dalam diam. Buat saya pribadi, ini adalah perjalanan kecil yang menyisakan banyak rasa. Saya merasa lebih dekat dengan keluarga saya, lebih mengenal sejarah negeri, dan lebih menghargai momen sederhana yang kadang sering terlewat begitu saja.
► 9 Juli 2019
Ini adalah hari
Pengumuman SBMPTN 2019, saya lagi-lagi harus menerima kenyataan pahit ini. Saya gagal di percobaan kedua kalinya mengikuti SBMPTN. Jujur, Rasanya sangat campur aduk hingga membuat saya tak nafsu makan. Antara sedih, gemas dan tentu saja kesal. Padahal waktu itu saya sengaja mengulur waktu buat liat hasilnya. Sebelumnya, saya sudah yakin kalau saya akan lolos SBMPTN kali ini. Saya cukup percaya diri karena ikut test UTBK dua kali, namun takdir berkata lain, nyatanya saya tidak lolos. Cukup menyedihkan memang, tapi saya berusaha menerimanya.
► 20 & 21 Juli 2019
Karena saya gagal lolos seleksi kuliah lewat jalur SBMPTN, saya akhirnya memberanikan diri untuk mengikuti test seleksi mandiri untuk pertama kalinya. Saya merasa, saya harus berusaha lebih jauh lagi dalam mengambil kesempatan yang ada di masa seleksi penerimaan mahasiswa baru tahun ini. Jadilah saya memilih ujian mandiri (UM) di IPB, UNDIP dan UNS. Untuk yang IPB, seleksinya memakai nilai UTBK. Dan untuk kedua terakhir memakai nilai murni ujian tertulis. UM UNDIP ujiannya di kota Bekasi tepatnya di Duren Jaya, Bekasi Timur. UM UNS ujiannya di Jakarta tepatnya di kampus UNJ, Jakarta Timur. Saya bela-belain mengikuti ujian tersebut dengan harapan ada yang lolos di salah satu UM.
► 31 juli 2019
Ini adalah pengumuman terakhir ujian mandiri yang saya ikuti dan
saya gagal. Secara resmi menandakan bahwa saya gagal kuliah tahun ini. Saya ditolak oleh semua PTN incaran saya. Mulai dari SBMPTN sampai ujian mandiri sudah saya lakukan. Ingin saya menangis untuk yang kesekian kalinya, tapi saya sadar sekarang dunia tak sebaik yang dibayangkan. Kecewa sudah pasti ada, rasanya seperti jatuh ke lubang yang sama karena saya gagal untuk yang kedua kalinya. Sedih pun hampir tak bisa dibendung, mata saya sempat berkaca-kaca begitu mengetahui bahwa saya gagal lagi. Emosi pun mulai bergejolak kembali. Ingin saya menangis untuk yang kesekian kalinya, tapi saya urungkan karena saya sudah sadar sepenuhnya bahwa ini adalah ketetapan terbaik yang Tuhan berikan untuk saya. Saya mencoba ikhlas menerimanya.
► 4 - 5 Agustus 2019
Di awal bulan kemerdekaan ada peristiwa yang cukup menghebohkan warga Ibukota dan sekitarnya. Selama kurang lebih 16 jam lamanya listrik di wilayah JABODETABEK mati. Saya pun ikut terkena pemadaman listrik ini. Kalau diingat-ingat, selama 19 tahun saya hidup, baru kali ini saya merasakan mati listrik yang sangat lama. Bagi saya Ini merupakan
mati listrik terparah. Saya tak pernah merasakan pemadaman selama ini, saya jadi gak bisa beraktivitas normal seperti biasanya. Gak cuma saya sih, semua orang yang tinggal di JABODETABEK merasakan hal yang sama. Banyak pihak yang dirugikan atas matinya listrik yang sangat vital keberadaannya di zaman modern. Ini adalah momen buruk selama tahun 2019 berjalan.
► 31 Agustus 2019
Pada tanggal ini saya nonton film Gundala. Bisa dibilang Ini adalah film Indonesia pertama yang saya tonton di bioskop, kenapa saya bisa berkata seperti itu? Karena saya memang kurang tertarik dengan film Indonesia yang kebanyakan diisi dengan genre horor atau drama. Kalaupun nonton pasti di tv gak pernah di layar lebar. Kebetulan film ini mengangkat tema superhero dan laga. Dua genre favorit saya. Gak perlu mikir panjang, saya pun jadi tertarik untuk menontonnya, jarang-jarang film lokal ada yang seperti ini. Secara keseluruhan film ini sangat menghibur. Walaupun saya gak begitu tau kisah aslinya dari komik tapi tetap bisa diikuti oleh penonton awam. Luar biasa film Gundala!
► 27 Oktober 2019
Di akhir oktober, saya berkesempatan untuk menjajal transportasi teranyar yang baru saja diresmikan bulan maret yang lalu oleh presiden dan merupakan kereta bawah tanah pertama di Indonesia yaitu
MRT Jakarta. Kenapa baru bulan itu yaa karena baru sempatnya saat itu. Saya bangga akhirnya Indonesia bisa punya transportasi umum yang canggih, modern, dan keren seperti MRT ini. Saking kagumnya, saya sampai tak menyangka hidup di saat MRT Jakarta ini sudah beroperasi. Pengalaman yang tak pernah saya lupakan seumur hidup.
► 20 Desember 2019
Akhir tahun saya tutup dengan menonton film STAR WARS!! Seumur-umur saya belum pernah nonton film star wars langsung di bioskop. Selalu tak ada kesempatan untuk bisa berkunjung ke bioskop pada saat ada film star wars. Nahh begitu tau tahun ini ada film star wars episode terbaru saya langsung masukan list daftar nonton film saya. Karena ini adalah momen yang langka di mana saya sedang mengambil jeda tahun jadi saya punya waktu luang lebih banyak dan bertepatan dengan adanya film star wars yang akan di bioskop di mana franchise film ini adalah kesukaan saya. Maka dari itu untuk merayakannya maka saya nontonnya di bioskop IMAX. Ini adalah pengalaman kedua kalinya saya nonton di bioskop tahun ini dengan layar yang super lebar dan nyaman.

Yak.. Mungkin itu saja yang bisa saya ceritakan tentang tahun 2019 versi saya. Kalau dilihat-lihat sih memang lebih banyak kegiatan menghibur diri daripada kegiatan yang benar-benar penting. Tapi gak masalah sih sebenarnya. Mudah-mudahan ini dapat menjadi sebuah pengingat, paling tidak untuk saya sendiri. Biar gak mudah lupa juga mengenang masa lalu. Dan pada akhirnya di antara beberapa tulisan saya di tahun ini, saya masih dapat merangkumnya untuk menjadi sebuah Coretan akhir tahun yang cukup mewakili atas segala sesuatu yang terjadi sepanjang tahun 2019.
Bisa dikatakan tahun 2019, walaupun lebih banyak pengalaman pertama menjajal sesuatu, tapi sejujurnya lebih banyak dirasakan oleh hati alias perasaan. Saya terlalu banyak memakai perasaannya dalam menanggapi berbagai macam hal. Saya gak tau apa yang telah terjadi di dalam diri saya. Tahun ini banyak campur aduknya. Mungkin 2019 akan selalu saya ingat sebagai proses menjadi seorang manusia seutuhnya dengan adanya coretan ini. Saya harap rasa sedih yang menyertai tahun ini cepat berakhir. Saya berharap semoga tahun depan akan lebih baik lagi dari tahun ini. Yaudah lah saya kayaknya saya sudah terlalu panjang nulis ke sana ke mari bahas apa aja yang terjadi di tahun ini, maka dari itu untuk tulisan ini saya cukupkan dulu. Kurang lebihnya mohon dimaafkan. Sekian. Terima kasih banyak telah membaca!
Selamat akhir tahun 2019 sob!