Hari ini tanggal 24 Desember 2019, menandakan enam tahun blog saya eksis di dunia maya sejak menerbitkan postingan yang pertama tentang pengenalan diri, yang kemudian hari saya jadikan sebagai hari "kelahiran" blog ini. Terlalu berlebihan? Bagi saya tidak, justru ini sebagai pengingat tahunan agar saya selalu produktif dalam membuat sebuah postingan. Saya kira blog saya tak bisa bertahan sampai sejauh ini, karena sekarang semakin banyaknya media sosial yang lebih asyik dan interaktif daripada ngeblog.
Ambil contoh Instagram, misalnya. Isinya seolah tak pernah lepas dari orang-orang yang “memamerkan” keberhasilannya: soal harta, kecerdasan, jabatan, bisnis, hubungan, atau apapun itu. Lama-lama saya merasa terbebani oleh standar gaya hidup yang ditampilkan di sana. Ada gengsi yang tanpa sadar ditanamkan, ada ekspektasi yang tak tertulis tapi terasa menekan. Saking tidak kuatnya menghadapi itu, akhirnya saya memutuskan menonaktifkan akun pribadi Instagram. Sampai sekarang belum saya aktifkan kembali, dan mungkin jika kebiasaan ini sudah terasa nyaman, bisa saja suatu saat saya benar-benar menghapusnya secara permanen.
Untungnya masih ada tempat untuk bercerita yaitu blog. Sebuah ruang sederhana, minim hiruk-pikuk, tapi justru di situlah nilai kenyamanannya. Di sini relatif lebih sederhana yang isinya kebanyakan tulisan. Saya tetap berusaha untuk terus berusaha untuk terus konsisten mengisi blog sunyi ini selagi masa gap year kedua. Di sini, saya bisa bercerita tanpa harus takut dinilai berlebihan atau dibanding-bandingkan dengan orang lain. Blog ini semacam ruang jeda, tempat saya bisa bernapas lebih lega. Konsistensinya memang naik turun. Kadang bisa seminggu sekali menulis, kadang juga hanya sebulan sekali. Semuanya tergantung ada tidaknya ide yang muncul di kepala.
Pernah waktu itu pas lagi bulan-bulan pertama menyelami dunia blog, saya lagi buntu banget dalam mencari sesuatu yang dapat ditulis, saya coba buat komitmen tegas pada diri sendiri yaitu, setiap bulan minimal satu tulisan bisa dikeluarkan. Tidak banyak, tapi cukup untuk menyalakan api kecil agar tidak padam. Ternyata, komitmen itu cukup berhasil membawa saya sampai sejauh ini. Awalnya hanya artikel yang menarik untuk disebarkan. Lama-kelamaan saya buat sendiri tulisan dari ide-ide yang muncul, gagasan tentang suatu hal, atau konsep-konsep asal yang terlintas di kepala. Dari sana, saya jadi terbiasa menuliskannya dan merasa ada kepuasan tersendiri. Menulis di blog bukan hanya sekadar mengisi waktu, melainkan sudah menjadi kebiasaan yang menyenangkan. Selain itu, saya makin giat menulis blog karena sebagai tempat untuk “mendokumentasikan” pengalaman apa saja yang pernah saya lakukan dan rasakan selama hidup. Karena makin kesini makin banyak peristiwa penting yang menerjang hidup saya.
Bagi saya.. menulis blog itu awalnya seperti menulis catatan harian, ditulis hanya untuk diri sendiri. Karena saya pikir nama aslinya juga WEBLOG, website log, blog. ya maka sekedar catatan harian aja. Dari menulis di blog ini, saya jadi punya kenangan bahwa saya pernah melakukan hal tersebut. Sampai akhirnya, saya berpikir akan sesuatu yang lebih penting dari sekadar mengabadikan sebuah momen, yaitu.. menulis di blog itu bagaikan saya melatih cara berpikir saya. Karena kata kebanyakan orang bilang, jika ingin melatih cara berpikir yang lebih terstruktur, mulailah dengan menulis sesuatu yang terstruktur. Menulis di blog memang saya gunakan sebagai proses latihan saya untuk berpikir lebih terstruktur. Karena saya kalo udah mikir kan jadi liar dan bisa melebar kemana-mana. Jadinya harus diikat dengan tulisan. Kurang lebih seperti itu manfaatnya untuk saya.
Yak, mungkin itu saja yang bisa saya bagikan pada momen enam tahun blog ini. Terima kasih sudah membaca sampai habis, dan terima kasih juga sudah ikut menjadi bagian dari perjalanan kecil ini, entah sebagai pembaca setia atau sekadar singgah sebentar. Semoga saya bisa terus menjaga konsistensi ini, walau sederhana, tapi tetap berarti.
Cukup Sekian.
Selamat malam!

0 comments:
Posting Komentar
Silahkan komentar, bebas asal sopan dan relevan.