Halo. Selamat sore sobat!
Hari ini saya baru saja menyelesaikan rangkaian masa orientasi hari kedua. Dari pagi saya duduk di tempat yang sama, dengan pakaian yang kurang lebih sama, dan layar laptop yang menjadi satu-satunya jendela menuju dunia kampus. Bedanya, hari ini bukan lagi tentang universitas secara umum, melainkan tentang tempat saya akan benar-benar berproses nanti yaitu Fakultas Pertanian. Kegiatan ini biasa disebut dengan Masa Orientasi Mahasiswa Baru alias MOMB yang diselenggarakan oleh para mahasiswa fakultas pertanian itu sendiri di bawah organisasi BEM FAPERTA.
Acara dimulai pukul delapan pagi. Perlahan-lahan saya sudah mulai terbiasa dengan pola seperti ini, masuk ke ruang virtual, memastikan kamera aktif, dan menunggu acara dimulai. Rasa panik dan deg-degan tidak terlalu hebat seperti hari kemarin, tapi juga tidak ada rasa antusias yang berlebihan. Semuanya terasa cukup normal dan berjalan begitu saja. Materi yang disampaikan hari ini lebih spesifik. Tentang fakultas, jurusan Agribisnis, sistem belajar, hingga gambaran umum dunia pertanian. Saya mencoba lebih fokus, karena ini menyangkut pilihan yang sudah saya ambil. Setidaknya, ini bukan sekadar pengenalan umum, tapi sesuatu yang akan benar-benar saya jalani.
Namun lagi-lagi, ada hal yang terasa kurang. Mendengar penjelasan tentang fakultas tanpa pernah benar-benar melihat lingkungannya secara langsung membuat semuanya terasa seperti teori. Saya tahu nama-nama gedungnya, saya tahu struktur organisasinya, tapi saya belum punya gambaran nyata seperti apa rasanya berada di sana. Enam jam kembali terasa panjang. Duduk, mendengarkan, sesekali mencatat, lalu kembali diam. Interaksi tetap terbatas. Tidak ada obrolan ringan dengan teman baru, tidak ada momen saling kenal yang biasanya menjadi bagian penting dari ospek. Saya bahkan belum benar-benar mengenal siapa saja yang satu jurusan dengan saya. Di sela-sela acara, saya sempat melihat wajah-wajah mahasiswa lain di layar. Banyak yang tampak serius, ada juga yang terlihat lelah. Mungkin perasaan kami tidak jauh berbeda. Sama-sama mencoba menyesuaikan diri dengan situasi yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya.
Menjelang akhir acara, ada sedikit penjelasan tentang harapan ke depan sebagai mahasiswa Fakultas Pertanian. Tentang peran, tanggung jawab, dan peluang yang bisa diraih. Saya mendengarkan dengan cukup fokus dan serius, meskipun di dalam hati masih ada keraguan besar yang belum sepenuhnya hilang. Ketika acara selesai sekitar pukul satu siang, saya menutup laptop dengan perasaan yang lagi-lagi sulit dijelaskan. Tidak bisa dibilang kecewa, tapi juga belum bisa merasa puas. Semuanya terasa seperti belum lengkap.
Dan yaa usai sudah rangkaian aktivitas saya hari ini tentang pengenalan fakultas dan jurusan yang akan saya jalani. Tapi rasanya saya masih berdiri di luar, belum benar-benar masuk ke dalamnya. Kalau harus jujur, hari ini bukan sesuatu yang benar-benar saya nikmati sepenuhnya. Ada rasa bosan yang datang berulang kali, ada juga keinginan untuk sekadar menyudahi semuanya lebih cepat. Tapi di sisi lain, saya sadar bahwa ini memang bagian yang harus dilalui. Mungkin tidak semua awal terasa menyenangkan, dan mungkin tidak semua proses langsung memberikan kesan yang berarti.
Untuk sekarang, saya hanya mencoba bertahan dan tetap mengikuti alurnya, meskipun tanpa rasa awal yang benar-benar kuat. Siapa tahu, dari langkah yang terlihat biasa ini, perlahan akan muncul sesuatu yang lebih nyata, sesuatu yang membuat saya merasa benar-benar berada di tempat yang seharusnya. Mungkin hanya butuh waktu. Mungkin juga butuh pengalaman yang lebih nyata.
Yaa kita lihat saja nanti. Untuk sekarang, saya hanya bisa melanjutkan langkah ini, meskipun dimulai dari ruang yang sunyi, tanpa keramaian, tanpa kehangatan yang biasanya menyertai awal perjalanan besar bernama kuliah.


0 comments:
Posting Komentar
Silahkan komentar, bebas asal sopan dan relevan.