Jumat, 11 September 2020

Nonton film Star Wars: The Clone Wars untuk pertama kalinya

Halo selamat malam sobat blogger! 

Hari yang indah karena bisa menikmati hari jumat yang menenangkan. Ada momen dalam hidup saya yang hanya ingin kembali merasakan hal yang dulu pernah terasa sangat menyenangkan untuk dilakukan, yaitu nonton film. Hari ini akhirnya saya bisa merasakan momen itu lagi. Di tengah minggu yang padat ini, Disney+ Hotstar akhirnya resmi rilis di Indonesia pada awal september ini. Rasanya seperti memberi angin segar di tengah pandemi saat maraknya pembatasan keramaian di luar rumah yang otomatis bioskop ditutup sementara. Dan ini pertama kalinya saya berlangganan aplikasi streaming. Rasa penasaran saya begitu tinggi untuk kembali masuk ke dunia fantasi yang sudah lama saya kenal mulai dari Marvel, Disney, sampai Star Wars secara legal semua ada di aplikasi ini. 


Karena Marvel belum ada konten baru, saya berniat untuk mulai menjamah konten star wars yang berbentuk series yang sudah lama juga jadi watchlist dan sekarang akhirnya benar-benar terwujud secara legal dan resmi. Saya sudah cukup lama menjadi penggemar Star Wars. Bukan sekadar tahu, tapi benar-benar menikmati semestanya. Akhirnya perjalanan ini saya mulai dengan sesuatu yang paling masuk akal sebagai pembuka, yaitu Star Wars: The Clone Wars yang rilis tahun 2008. Sebagaimana urutannya yaitu film animasinya dulu baru series animasinya. 

Saya menontonnya tidak dengan ekspektasi tinggi, lebih ke rasa ingin tahu yang tinggi dan keyakinan untuk memulai urutan dengan benar. Film ini terasa seperti pintu masuk sebelum melangkah lebih jauh ke serial panjangnya. Secara tampilan, memang bukan sesuatu yang bisa langsung mengesankan jika dilihat dengan standar sekarang. Tapi gaya visual animasinya punya identitas sendiri, dan cukup untuk mengingatkan bahwa ini tetap bagian dari dunia Star Wars yang saya sukai.

Star Wars The clone wars 2008

Dari segi cerita, terasa sederhana, bahkan cenderung seperti pengantar. Tidak terlalu dalam, tidak juga terlalu kompleks. Tapi justru di situlah fungsinya bekerja. Ia memperkenalkan karakter baru, dinamika antar jedi, konflik dasar yang menarik, dan suasana yang nantinya akan berkembang di serialnya. Tidak memaksa untuk langsung terasa besar, tapi cukup untuk membuat saya bertahan. Saya hari ini juga baru tahu bahwa Anakin ternyata punya padawan yaitu Ahsoka Tano. Misi pertama mereka yaitu menyelamatkan putra Jabba the Hutt yang diculik menjadi ujian kesabaran dan kepercayaan yang cukup menantang, yang pada akhirnya membentuk ikatan kuat yang saling menghormati.

Yang paling terasa justru bukan dari filmnya, tapi dari momen saat menontonnya. Ada perasaan yang sulit dijelaskan menyentuh sisi anak-anak dalam diri saya yang telah lama menunggu momen ini. Nonton film animasi The Clone Wars yang sudah berusia lebih dari 12 tahun ini gokil sih. Emang sih ini bukan pengalaman yang meledak-ledak kayak keterima SBMPTN, tapi rasa haru ini tetap nyata seakan tidak percaya saya akhirnya merasakan sensasi seolah tv kabel tapi kini semua bisa diakses di hp. Sensasi yang membuat saya ingin lanjut ke seriesnya. 

Dan setelah ini, semuanya terasa lebih seru. Saya akan masuk ke series Star Wars: The Clone Wars dari season pertama. Pelan-pelan saya rencanakan kedepannya nonton sekitar enam episode dalam seminggu, mungkin bisa lebih saat sedang senggang atau di akhir pekan. Sejauh ini sih gak ada target khusus, tidak juga ingin terburu-buru. Hanya ingin menikmati proses menontonnya dengan khidmat, sedikit demi sedikit.

Pada akhirnya, film ini bukan tentang seberapa bagus atau seberapa berkesannya ia berdiri sendiri. Tapi lebih ke bagaimana ia membuka jalan cerita baru di antara film-film yang punya jarak yang cukup untuk bercerita. Karena dari sini, perang klon yang penuh intrik baru saja diperdalam kisahnya. 

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan komentar, bebas asal sopan dan relevan.