Minggu, 12 Februari 2017

Perjuangan Menuntaskan Sidang PKL

Heyy selamat siang sobat blogger. Akhir pekan ini saya mau sedikit cerita tentang pengalaman yang baru aja saya laksanakan, yaitu sidang PKL atau prakerin yang baru aja selesai hari kamis kemarin. Buat yang belum tau, setiap anak SMK yang sudah menyelesaikan PKL itu harus mempertanggungjawabkan apa yang mereka kerjakan selama di tempat PKL. Caranya dengan membuat laporan lengkap dan mempresentasikannya di depan guru penguji dan teman-teman. Kedengarannya sih simpel, tapi percaya sama saya, prosesnya itu lumayan panjang dan bisa bikin kepala cenat-cenut.

Langkah pertama yang harus dilakukan setelah selesai PKL tentu saja membuat laporan PKL. Nah, ini nih yang bikin banyak anak SMK abis praktik lapangan tuh tiba-tiba jadi pendiam, kepala pusing, gak nafsu makan, rajin ke warnet, atau tiba-tiba jadi ahli Microsoft Word instan. Laporan PKL itu mungkin mirip banget kayak skripsi versi mini. Ada cover, kata pengantar, lembar pengesahan, daftar isi, bab 1, bab 2, dan seterusnya sampai bab kesimpulan. Laporan itu dicetak, dijilid, dan tentu saja harus lolos revisi guru. Kalau gurunya baik sih cuma revisi ringan. Tapi kalau dapat yang perfeksionis, siap-siap aja bolak-balik ruang guru kayak murid yang lagi kena masalah. Pokoknya tuh kondisi kelas setiap hari rame dengan ketik mengetik, ada waktu luang dikit atau jam kosong lanjut garap laporan, jadi sebisa mungkin dicicil tuh satu per satu tahapan laporan agar tidak keteteran di akhir waktu pengumpulan. 

Saya sendiri termasuk yang sangat berjuang dalam penyusunan laporan. Begitu PKL selesai pada bulan oktober lalu saya langsung tancap gas untuk menyusun laporan ini dengan semangat 45. Kenapa saya mulai sedini mungkin padahal jadwal sidang masih di semester berikutnya. Ini bukan tanpa alasan ya, tapi karena saya kebagian guru yang teliti banget sama format. Spasi harus benar, paragraf harus rapi, margin harus sesuai standar. Kadang saya sampai merasa kayak lagi ikutan lomba desain laporan nasional. Pernah suatu waktu saya udah ngerasa laporan saya rapi, hurufnya udah Times New Roman, ukuran 12, jarak 1.5, tapi tetap aja pas dicek guru, langsung dicoret. Katanya paragraf saya kedeketan. Waduh kacau men.

Saya pernah ngetik sampai larut malam sambil nahan ngantuk. Kadang sambil buka YouTube dengerin lagu-lagu instrumen penyemangat biar gak ngantuk. Pokoknya bikin suasananya tuh kayak ngerjain tugas penting sambil sok produktif padahal setengahnya cuma bengong mikirin besok kena revisi lagi atau tidak. Untungnya saya punya abang yang juga anak SMK, kami beda setahun. Jadi beberapa bagian saya minta contoh format laporannya. Saya edit-edit banyak supaya sesuai dengan jurusan saya. Pasti guru gak curiga sih, soalnya jurusan kami beda. Wahaha. Tapi tetep aja, saya harus nulis sendiri pengalaman saya, kegiatan saya, dan struktur organisasi tempat PKL. Itu yang bikin capek sekaligus lumayan membangkitkan memori. Tapi akhirnya laporan itu selesai juga setelah berulang kali dicoret, diperbaiki, dicetak lagi, sampai akhirnya dapat tanda tangan. Itu semua berlangsung kurang lebih empat bulan ya. Rasanya kayak habis menyelesaikan misi utama di RPG, nah tinggal lawan bos terakhir yaitu sidang PKL.



Nah setelah laporan selesai, barulah muncul ketakutan baru yaitu presentasi sidang PKL. Di awal januari yang lalu, pengumpulan laporan dan pemberitahuan tanggal sidang diumumkan yaitu 9 februari. Sidang itu intinya ya mempresentasikan apa saja kegiatan yang dilakukan selama PKL di hadapan guru penguji dan teman-teman. Ada sidang yang cuma ditonton teman seangkatan, tapi ada juga yang ditonton adik kelas. Yang terakhir ini sih bikin mental turun drastis, soalnya pasti malu kalau presentasi tiba-tiba ngeblank atau salah ngomong. Nah Apesnya saya dapat bagian di adik kelas 10. Waduhhh makin panik lah saya. 

Hari sidang itu saya dapat sesi kedua bersama tiga teman lainnya. Karena absensi saya bagian akhir, otomatis saya dapat giliran terakhir. Kalian bisa bayangin kan gimana rasanya menunggu giliran? Mana dari pagi lagi nungguinnya. Deg-degan, tangan dingin, bawaannya mau ke toilet terus. Jam 12 lewat kami baru bersiap di luar ruangan buat nunggu penguji. Selagi guru penguji lagi istirahat, kami berempat masih aja latihan singkat. Tapi jujur aja, latihan sambil jantung berdebar kencang itu gak terlalu mempan. Saya cuma berharap semoga mood penguji hari itu sedang baik dan gak nanya yang aneh-aneh.

Guru penguji sesi kami cuma satu orang, tapi jangan salah, Beliau adalah ketua jurusan. Ibaratnya kalau di anime, dia tuh semacam karakter final bos yang muncul di ending buat nguji apakah karakter utama sudah cukup berkembang. Momen itu tegang banget. Ruangan rasanya lebih dingin dari biasanya. Lampu pun kayak lebih terang dari hari-hari sebelumnya. Kursi adik kelas yang duduk merhatiin pun bikin makin canggung. Waktu mulai mendekati giliran saya, sekitar setengah dua siang, kepala udah mulai gak fokus. Teman di depan saya presentasi, tapi saya cuma dengar suaranya kayak suara background game. Saat itu yang saya pikirkan cuma giliran saya sendiri. Rasanya kayak mau ujian keterampilan hidup.

Akhirnya tibalah giliran saya. Saya maju ke masuk ke ruang kelas dan langsung berdiri di depan. Saya melakukan persiapan sebentar dengan laptop yang ingin ditampilkan proyektor. Awalnya deg-degan, tapi begitu mulai bicara, jujur aja guncangan dalam tubuh mulai berkurang sedikit. Mungkin karena saya udah lumayan hafal isi materi saya. Tapi sialnya, di pertengahan presentasi, suara saya mendadak serak dan hampir habis. Entah kenapa. Mungkin karena dari pagi jarang minum atau terlalu panik sampai lupa cara bernapas. Guru penguji bahkan sempat nyeletuk, "Mau minum dulu?" Wah ya ampun, itu momen paling memalukan sekaligus paling kocak. Tapi itu lumayan untuk mencairkan suasana kelas yang cukup tegang dari tadi. Saya cuma bisa senyum kaku dan bilang iya, lalu minum sedikit sambil berusaha tetap terlihat tenang.

Setelah itu, alhamdulillah semau berjalan dengan lancar. Saya jelasin kegiatan PKL saya dari arsip-mengarsip, bantu banyak warga mengurus dokumen, sampai hal-hal kecil yang saya pelajari seperti kedisiplinan dan budaya kerja PNS. Guru penguji nanya beberapa hal, adik kelas juga sempat tanya, alhamdulillah saya bisa jawab dengan cukup tenang. Ternyata tidak seseram yang saya bayangkan. Bahkan guru pengujinya sempat main hp di tengah presentasi. Saya pikir bakal killer banget, ternyata santai juga. Kalau dipikir-pikir wah ternyata seru juga ya, saya yang begitu ketakutannya sebelum sidang ehh pada kenyataannya tidak semenyeramkan itu.

Jadi yah begitulah sidang PKL saya kemarin. Tidak serumit yang dipikirkan. Mungkin memang karena sayanya yang sudah ketakutan duluan dari semalam jadinya agak kewalahan. Atau mungkin karena setelah laporan selesai, mental saya sudah mulai terlatih. Tapi yang jelas, momen itu bakal saya ingat terus sebagai salah satu pengalaman yang bikin saya merasa sedikit lebih dewasa di fase putih abu-abu ini. Capek iya, panik iya, tapi puas juga akhirnya bisa melalui semuanya dengan baik. Rasanya kayak lulus dari satu tahap kecil menuju tahap berikutnya. 

Semoga cerita ini bisa jadi gambaran kecil buat kalian warga SMK yang nanti akan sidang juga. Saran saya buat kalian yang nanti akan melaksanakan sidang PKL, terutama bagi yang sedang ngerjain laporan sambil nahan ngantuk, jangan terlalu tegang. Jangan cuma dihafalin, tapi pahami intinya. Jangan takut salah. Dan jangan lupa minum biar suara gak serak pas di tengah presentasi. Hehe. Intinya sih jangan mikir ribet-ribet dulu, jalanin aja pelan-pelan. Kalau ada yang tidak mengerti tanya teman atau guru sekalian biar lebih jelas. Semoga pengalaman saya ini bisa sedikit membantu atau minimal menginspirasi sobat sekalian. Oke cukup sekian dulu cerita saya kali ini. Terima kasih sudah baca sampai habis. Sampai ketemu di postingan berikutnya. 






SMK BISA! 
Read More

Jumat, 20 Januari 2017

Kerinduan yang Semu

Malam semakin larut, entah kenapa aku teringat tentang dirimu. Namun ketika aku menyadari kau pergi begitu cepat, kenangan itu selalu menghampiri. Ada semacam garis, yang menghubungkan antara aku dan kau. Meski berulang kali kau telah memutuskan, tetap saja garis itu ada. Tak terlihat, tersimpan dalam pikiran dan hati.

Aku mencoba menjadi lebih kuat saat mengingat semua kenangan tentang dirimu, jadi tolong jangan buat aku lemah sebelum berkembang. Aku terus berlatih tuk mengejarmu. Kau memang mudah dipandang namun sulit bagiku tuk menyentuh. Terkadang aku berpikir, tak akan pernah bisa ikut serta dalam kesenanganmu.

Setiap waktu, setiap hari, setiap jam aku merasakannya. Aku berfikir tidak akan bisa melihatmu lagi. Yang sudah pergi tak tau pasti dimana sekarang. Aku tahu aku tidak akan kuat saat mencoba melupakanmu. postur tubuhmu, wajahmu, senyumanmu. Segala sesuatu yang berhubungan dengan kamu pasti selalu melintas di pikiran, walau hanya sekilas. 




Tak ada yang sebanding dengan mimpi gelapku. Kesabaran, kini rasa kecewa sudah terasa di udara. Melayang tak tentu arah dan tujuan. Dikala bulan sedang mekar, Mengapa harus terjadi perpisahan ini. Dikala rasa ini melebarkan sayapnya. Mengapa kau nekat melakukan tindakan seperti itu. Dikala hatiku terlukis namamu. 

Oh tidak..! Aku sangat merindukanmu aku perlu kamu. Jadi tolong jangan buat aku merasakan dilema tak berujung. Aku selalu menyimpan kamu di dalam hati kecil ku. Aku rindu senyummu. Aku rindu wajahmu. Aku perlu kamu disini aku perlu harapan besarmu. disetiap malam disetiap hari seperti menginginkan mu.

Oh tidak..! Aku rindu suaramu aku rindu tawamu. Mereka semua tau, Mereka semua sudah tau. Aku perlu kamu disini. Beberapa pertanyaan masuk begitu dalam. Dengan bimbingan cahaya bulan, hanya masalah yang akan aku dapati. Dari itu semua, aku hanya butuh harapan itu. Harapan dan kepastian masa depan.

Jangan pernah berhenti untuk ikut menyempurnakan hari-hari ku. Akan terus ada kabar gembira bagi kita, saat semua sama-sama berjuang demi keberlangsungan hidup yang singkat ini. Sampai ketika malam kehilangan gelapnya. Disetiap langkah awal menemukan sandaran baru. Aku selalu menyimpan beribu rasa terpendam. 

Read More

Sabtu, 31 Desember 2016

Coretan Akhir Tahun 2016

Selamat malam sobat. Tahun 2016 sedikit lagi segera berakhir. Sebelum melewatkan tahun yang penuh dengan segala peristiwa suka dan duka ini, saya ingin sekali menuliskan kilas balik peristiwa yang saya alami selama tahun 2016 ini. Bisa dibilang Coretan Akhir tahun 2016 , mungkin itulah yang sedang saya buat sekarang. Mungkin gak terlalu lengkap, hanya beberapa kejadian yang saya ingat di tahun ini. 

► Februari 2016
Perubahan final yang terjadi pada tampilan blog saya. Terlihat jelas perubahan yang terlihat. Dari logo header yang tampak elegan sampai favicon yang sederhana dan keren. Dari serangkaian perubahan yang telah dilakukan, ini merupakan akhir dari reformasi blog saya. Dalam perubahan yang kali ini saya lakukan sangat terasa semangat baru yang ingin dikedepankan.

► 26 Maret 2016
Postingan saya sudah yang ke seratus. Tidak terasa memang. Seratus bukan lah angka yang banyak. Sebenarnya bisa saja postingan ini terbit lebih cepat tahun lalu. Karena jarangnya saya membuka blog dan pernah beberapa kali vakum. Jadi baru bisa hari ini bikin postingan yang ke seratus.

► Juli 2016
Musibah datang karena suatu kecerobohan, saya mengalami kehilangan yg sangat penting. Aplikasi, coretan, mahakarya, catatan vital, bookmark, dan save pages yang tlah saya dapatkan bertahun-tahun terbuang percuma, cuma gara-gara salah pencet. Duh.. rasanya seperti setengah hidup, karena sepertiga hidup saya ada di data yang hilang tersebut. Maka dari itu saya akhirnya memutuskan untuk vakum ngeblog dulu sejenak, karena ini sangat mengganggu.Tak ada lagi harapan yang tersisa. Semua impian yang telah dicatat pun ikut menghilang. Terlebih tulisan draf beberapa postingan. Semangat ngeblog pun menurun drastis.

► Juli - Oktober 2016
Yak, pada bulan-bulan ini saya melalui peristiwa penting dalam pendidikan yaitu PKL/PRAKERIN. PRAKERIN adalah kependekan dari praktek kerja industri merupakan Kegiatan pendidikan pelatihan dan pembelajaran yang di laksanakan di dunia Usaha atau dunia Industri dalam upaya pendekatan atau untuk meningkatkan mutu para siswa-siswi SMK. Dengan Kopentensi siswa sesuai bidangnya dan untuk menambah bekal untuk masa-masa mendatang guna memasuki dunia kerja yang semakin banyak serta ketat dalam persaingannya. Nah saya kemarin prakerin dapat bagian di sebuah kantor pemerintahan. Selama tiga bulan saya mendapatkan banyak sekali pengalaman dari kegiatan tersebut. 

► Oktober 2016
Setelah selesai melaksanakan tugas negara dengan baik (baca: prakerin), saya dihadapkan dengan berita buruk. Platform Blog kesayangan kita semua, MyWapBlog mengumumkan bahwa ia akan menutup layanan nya secara total dan selamanya. Saya pun harus memikirkan gimana kedepannya nasib blog ini. Setelah pemikiran yang matang dan mantap, akhirnya saya harus hijrah. Saya memutuskan pindah ke platform Blogger yang banyak digunakan teman seperjuangan. 

► 5 November 2016
Mulai hari ini saya bangkit kembali dalam dunia blog. Setelah pindahan dari mywapblog ke blogspot, yang membuat saya harus melakukan adaptasi ekstrim. Biasanya kapanpun bisa edit postingan, sekarang harus buka pc dulu. Setelah melakukan pencarian, eh ternyata ada aplikasi Blogger buat Android. Untungnya hp saya sudah ganti jadi Android. Jadi lumayan membantu lah, walaupun fitur nya masih sedikit. Dan sampai sekarang pun saya masih agak kagok dengan aplikasi ini. Butuh penyesuaian yang panjang nampaknya.

►21 Desember 2016
Di penghujung tahun, saya melaksanakan study tour dari sekolah. Tempat yang kita kunjungi yaitu Puspa Iptek Sundial Bandung. Tempat ini merupakan suatu kumpulan alat peraga ilmiah. Lumayan lah untuk menjadi sumber belajar khususnya dalam mempelajari Sains dan Teknologi. Selain itu kita juga mengunjungi Balai Seni Barli. Itu tempat merupakan lembaga seni nonformal yang mencakup hampir seluruh jenis seni. Disini bisa nambah pengetahuan tentang seni, waktu kita datang kesana diajarkan cara membatik. Ya.. Pokoknya serulah di study tour ini. Sangat bermanfaat. 

Yak.. Cuma Segitu saja peristiwa yang memorable (Padahal 1/3 nya adalah peristiwa buruk). Mudah-mudahan ini dapat menjadi sebuah refleksi, paling tidak untuk saya sendiri. Akhirnya di antara sedikitnya tulisan saya di tahun ini dikarenakan banyak faktor yang menghambat, saya masih dapat merangkum nya untuk menjadi sebuah Coretan akhir tahun yang cukup mewakili atas segala yang terjadi sepanjang tahun 2016. Walaupun banyak duka nya daripada suka, tapi tahun akan saya ingat selalu sebagai seorang Blogger akan selalu mengingatnya. 


Terungkap tahun 2016 ini .. Saya menyimpulkan, kau adalah tahun yang sulit selama 3 tahun saya ngeblog. Kau telah mengajarkan saya banyak hal tentang waktu. Semoga tahun depan saya punya pengalaman yang lebih menarik lagi dan saya bisa lebih produktif dalam membuat sebuah karya yang lebih epic lagi. 

Oke, sekian. Selamat Akhir Tahun 2016 sob!

Read More